OPINI  

Perang AS–Iran: Mengapa Harga Emas Melonjak dan Dampaknya bagi Warga Lampung?

Perang AS–Iran: Mengapa Harga Emas Melonjak dan Dampaknya bagi Warga Lampung?
Prof. Dr. Nairobi (Dekan FEB Unila)
Perang AS–Iran: Mengapa Harga Emas Melonjak dan Dampaknya bagi Warga Lampung?

Penulis: Prof. Dr. Nairobi (Dekan FEB Unila)

Lampung, Indonesia Jurnalis – Perang terbuka antara Amerika Serikat dan Iran sejak akhir Februari 2026 tidak hanya mengguncang Timur Tengah, tetapi juga ikut mengusik dompet rumah tangga di berbagai daerah Indonesia, termasuk Lampung. Di layar televisi dan gawai, warga melihat gambar rudal, jet tempur, dan kapal perang. Di lapangan, banyak orang justru merasakan dampaknya lewat papan harga di toko emas di Pasar Tengah, antrean di Pegadaian, hingga angka di aplikasi tabungan emas.

Pertanyaannya sederhana tetapi penting bagi warga Lampung, mengapa setiap kali ada perang besar, harga emas cenderung naik? Apakah ini berarti semua orang di Lampung harus buru‑buru membeli emas? Dan apa bedanya pengaruh perang terhadap emas batangan dan emas perhiasan yang selama ini menjadi pilihan tabungan keluarga di kampung maupun di kota?

Emas Jadi Tempat Berlindung di Masa Guncangan Global

Dalam kondisi normal, investor menempatkan uangnya di berbagai aset seperti saham, obligasi, deposito, dan properti. Namun ketika muncul risiko besar seperti perang atau krisis keuangan, mereka cenderung menghindari aset yang dianggap berisiko dan mencari tempat berlindung yang lebih aman. Di sinilah emas memainkan peran penting sebagai aset lindung nilai.

Sejak lama emas dipercaya sebagai penyimpan nilai yang relatif stabil. Emas tidak bisa dicetak seenaknya seperti uang kertas, diakui di banyak negara, dan berulang kali terbukti mampu mempertahankan daya beli ketika terjadi inflasi tinggi atau gejolak politik.

Ketika konflik besar seperti perang AS–Iran pecah, pelaku pasar global, mulai dari investor institusi hingga bank sentral, cenderung menambah porsi emas dalam portofolio mereka. Permintaan terhadap emas naik, sementara pasokan dalam jangka pendek tidak banyak berubah. Itulah mengapa harga emas dunia melonjak dan menyentuh rekor baru.

Baca Juga  Polemik Ijazah Jokowi Disorot di Seminar Nasional, Pakar Hukum Desak Penegakan Hukum Lebih Konsisten

Kenaikan harga global ini kemudian menjalar sampai ke daerah seperti Lampung. Di Bandar Lampung, misalnya, beberapa tahun terakhir harga emas 24 karat di toko‑toko Pasar Tengah sudah sempat menyentuh kisaran di atas dua juta rupiah per gram dan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Situasi perang baru membuat harga emas berpotensi bergerak lebih tinggi dari titik yang sudah tinggi itu.

Apa yang Terjadi dalam 1–2 Bulan Pertama Perang?

Dalam satu sampai dua bulan pertama setelah perang pecah, pasar emas global biasanya memasuki fase guncangan dan penyesuaian. Harga emas cenderung melonjak tajam di awal ketika serangan pertama terjadi dan risiko perang meluas masih sulit diprediksi. Setelah itu, pergerakan harian menjadi lebih liar, bisa naik dan turun cukup besar dalam waktu singkat.

Jika perang AS–Iran bertahan setidaknya satu sampai dua bulan, skenario yang cukup realistis adalah harga emas dunia tetap berada pada kisaran tinggi yang baru, bukan kembali cepat ke level sebelum perang. Lonjakan baru bisa terjadi ketika ada eskalasi seperti serangan balasan besar atau ancaman blokade jalur minyak. Sebaliknya, koreksi turun mulai muncul ketika tekanan militer mereda atau muncul isyarat serius menuju perundingan damai. Penurunan yang benar‑benar signifikan biasanya membutuhkan sinyal yang kuat bahwa ketegangan akan berakhir.

Bagi warga Lampung, dalam beberapa bulan ke depan harga emas di toko lokal berpotensi tetap mahal, dengan naik‑turun harian yang tajam, selama perang dan ketidakpastian global masih berlanjut. Warga yang terbiasa memantau harga emas di Bandar Lampung, Metro, maupun di kabupaten akan melihat papan harga yang lebih sering bergerak naik daripada turun.

Team Redaksi
Author: Team Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *