Peretas Asal China Diduga Bobol Email Staf Komite Strategis DPR AS

Peretas Asal China Diduga Bobol Email Staf Komite Strategis DPR AS
Gambar ilustrasi
Peretas Asal China Diduga Bobol Email Staf Komite Strategis DPR AS. Meski demikian, pemerintah China secara konsisten membantah tuduhan tersebut

Indonesia jurnalis – Kelompok peretas yang diduga berasal dari China dilaporkan berhasil mengakses sistem email staf sejumlah komite strategis di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat. Informasi tersebut pertama kali diungkap oleh Financial Times, mengutip sejumlah sumber yang mengetahui langsung insiden tersebut.

Kelompok peretas yang dikenal dengan nama Salt Typhoon disebut berhasil menembus email milik staf Komite DPR untuk Urusan China, serta staf pendukung di komite yang menangani urusan luar negeri, intelijen, dan layanan bersenjata. Namun, laporan tersebut tidak merinci identitas staf yang menjadi sasaran peretasan. Informasi ini juga dilansir oleh Reuters, Jumat (9/1/2026).

Hingga kini, Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Menanggapi tuduhan itu, Juru Bicara Kedutaan Besar China di Washington, Liu Pengyu, menepis keterlibatan negaranya dan menyebut tudingan tersebut sebagai spekulasi yang tidak berdasar.

Sementara itu, Biro Investigasi Federal (FBI) menolak memberikan komentar. Gedung Putih serta kantor dari empat komite DPR yang disebut dalam laporan juga belum memberikan tanggapan atas permintaan klarifikasi.

Menurut sumber Financial Times, hingga saat ini masih belum dapat dipastikan apakah email para anggota Kongres turut diakses dalam insiden yang terdeteksi pada Desember lalu.

Dalam beberapa tahun terakhir, anggota parlemen Amerika Serikat beserta staf yang terlibat dalam pengawasan militer dan intelijen memang kerap menjadi sasaran operasi spionase siber. Dugaan peretasan terhadap infrastruktur komunikasi lembaga legislatif AS pun dilaporkan secara berkala.

Pada November tahun lalu, sejumlah kantor Senat diberi peringatan terkait insiden siber terpisah, di mana peretas diduga mengakses komunikasi antara Congressional Budget Office dan beberapa kantor Senat. Sementara itu, pada 2023, Washington Post melaporkan bahwa dua anggota senior Kongres menjadi target peretasan yang dikaitkan dengan aktor siber asal Vietnam.

Baca Juga  Rocky Gerung Menilai Arsjad Ketua Umum Kadin di Lengserkan Bukan Karena Kesalahan

Kelompok Salt Typhoon sendiri dikenal luas di kalangan komunitas intelijen Amerika Serikat. Mereka diduga memiliki keterkaitan dengan badan intelijen China dan disebut menargetkan data komunikasi sensitif, termasuk percakapan telepon serta komunikasi yang disadap, bahkan yang melibatkan pejabat tinggi pemerintah AS.

Meski demikian, pemerintah China secara konsisten membantah tuduhan keterlibatan dalam aktivitas spionase siber terhadap Amerika Serikat.

Pada awal tahun lalu, pemerintah AS menjatuhkan sanksi terhadap seorang peretas yang diduga bernama Yin Kecheng serta perusahaan Sichuan Juxinhe Network Technology, yang dianggap memiliki keterkaitan dengan operasi Salt Typhoon.**

(NK/NK)

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *