Perjalanan Panjang Desa Bagelen 1905-2026 Tidak Lepas dari Perjuangan Para Leluhur

Perjalanan Panjang Desa Bagelen 1905-2026 Tidak Lepas dari Perjuangan Para Leluhur

“Saya mengakui bahwa Desa Bagelen lahir melalui proses sejarah yang panjang dan penuh perjuangan. Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk terus menjaga kerukunan antar warga serta mempertahankan nilai-nilai dan norma yang telah diajarkan oleh para leluhur sejak awal pembukaan desa pada tahun 1905,” ujar Merdi.

Merdi juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Prof. Sugeng atas kontribusinya dalam memperjuangkan pendirian Museum Transmigrasi sebagai upaya menjaga dan mengenang sejarah desa.

“Atas nama masyarakat Desa Bagelen, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof. Sugeng atas perjuangannya. Berkat dedikasi beliau, Desa Bagelen dapat terus berkembang menjadi desa yang maju, damai, dan rukun,” katanya.

Lebih lanjut, Merdi mengajak seluruh elemen masyarakat Desa Bagelen yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya, khususnya generasi penerus keturunan transmigran, untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya leluhur, sekaligus menghormati adat dan budaya yang berlaku di Provinsi Lampung.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Nilai-nilai budaya leluhur harus terus kita jaga sebagai identitas dan kekuatan dalam membangun Desa Bagelen ke depan,” pungkasnya.*

(Report Wilkapri)

Team Redaksi
Author: Team Redaksi

Baca Juga  Wamen Imipas Silmy Karim Datangi KPK Setelah Sempat Dicari Penyidik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *