8. RJIT di Desa Bulan, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai (Rp 200 juta).
9. Irpom di Desa Golo Pongkor, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Rp 112,8 juta).
10. Pembangunan dam parit di Desa Golo Pongkor, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Rp 114 juta).
11. Pembangunan box pintu air dan jaringan irigasi tersier di Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Rp 95 juta).
12. Irigasi air tanah dalam di Desa Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Rp 285 juta).
Hasil Pemantauan dan Masukan Kelompok Tani
Harun Al Rasyid, Ketua Tim Satgassus, menyampaikan bahwa mayoritas proyek yang dimonitor telah dimanfaatkan oleh masyarakat. Namun, masih terdapat sejumlah kendala, seperti yang diungkapkan oleh para kelompok tani (poktan). Salah satu poktan dari Kecamatan Kuwus, Konstantinus, menyampaikan bahwa harga barang, seperti semen, sering kali berbeda antara harga patokan kabupaten dan harga di lapangan, yang menyebabkan anggaran menjadi tidak sesuai.
Satgassus menyarankan agar pemerintah daerah membuat beberapa patokan harga agar lebih fleksibel dan sesuai dengan kondisi di tiap kecamatan. Mereka juga meminta poktan untuk menyimpan kwitansi belanja barang yang harganya melebihi anggaran, guna mempermudah proses pemeriksaan. Harun menekankan, “Jika kita jujur, pasti selamat. Ukuran mencuri itu kalau kita melakukan sesuatu yang memalukan dan tidak ingin dilihat orang lain.”
Selain itu, Simplisius Jahali dari Kecamatan Boleng mengharapkan adanya pengawasan lebih ketat terhadap pencairan dana, agar tidak terjadi penyelewengan. Satgassus juga mengingatkan Pemda bahwa DAK merupakan dana pusat yang dititipkan ke daerah, sehingga pengawasannya harus melibatkan inspektorat daerah.
Rekomendasi Kementerian Pertanian
Diklosari, salah satu poktan dari Kecamatan Boleng, yang merupakan penghasil padi terbesar kedua di Manggarai Barat, menyampaikan usulan terkait rekayasa irigasi. Ia berharap ada upaya distribusi air yang lebih merata agar ketahanan pangan bisa ditingkatkan. Kementerian Pertanian menyarankan pompanisasi sebagai salah satu solusi jika sumber air berada di atas area pertanian. Program ini dapat diajukan melalui usulan atau diskresi pimpinan secara bertahap.
Dalam kegiatan Monev ini, Satgassus Pencegahan Korupsi Polri dipimpin oleh Harun Al Rasyid dan melibatkan sejumlah anggota lainnya seperti Andre Dedy Nainggolan, Andi Abdul Rachman Rachim, Panji Prianggoro, Adi Prasetyo, Qurotul Aini Mahmudah, dan Heryanto. Mereka bekerja sama dengan Direktorat Irigasi Kementerian Pertanian yang dipimpin oleh Rahmanto.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekda Manggarai Timur, Remigius Gonsa Tombor; Kadis Pertanian Manggarai Timur, John Sentis; Kabid PSP Manggarai Timur, Lili Yana Alni; serta jajaran pemerintah daerah dan kelompok tani terkait.**
(Editor NK)




