Susanto Megaranto Juara JAPFA FIDE Rated Chess Tournament 2026, Dorong Lebih Banyak Turnamen Internasional di Indonesia
JAKARTA, Indonesia jurnalis -Turnamen catur internasional JAPFA FIDE Rated Chess Tournament 2026 yang berlangsung pada 22–26 Mei 2026 di The Tavia Heritage Hotel, Cempaka Putih, Jakarta, sukses menarik perhatian ratusan pecatur dari berbagai daerah dan mancanegara.
Sebanyak 350 peserta dari Indonesia dan tujuh negara lain turut ambil bagian dalam ajang yang menjadi salah satu turnamen catur bergengsi di Tanah Air tersebut.
Pada kategori Open, Grand Master (GM) Susanto Megaranto yang menjadi unggulan utama berhasil keluar sebagai juara setelah melalui persaingan ketat hingga babak terakhir. Gelar ini menjadi bekal berharga bagi Susanto yang dijadwalkan tampil pada Kejuaraan Catur Asia di Mongolia pada akhir pekan ini.
Usai meraih gelar juara, Susanto menegaskan pentingnya penyelenggaraan lebih banyak turnamen catur klasik bertaraf internasional di Indonesia. Menurutnya, kompetisi seperti JAPFA FIDE Rated sangat dibutuhkan untuk membantu para pecatur meningkatkan kualitas permainan sekaligus memperbaiki peringkat internasional mereka.
“Kita masih membutuhkan lebih banyak turnamen internasional. Selama ini banyak turnamen catur cepat yang tidak berpengaruh terhadap perolehan rating internasional. Turnamen catur klasik seperti ini sangat baik untuk meningkatkan kualitas permainan para pecatur,” ujar Susanto kepada media melalui sambungan whatsapp Rabu (27/5/2026).
Ia juga berharap pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih besar terhadap perkembangan olahraga catur nasional, termasuk dengan memperbanyak penyelenggaraan event internasional di Indonesia.
Prestasi catur Indonesia sendiri terus menunjukkan perkembangan positif. Pada SEA Games 2023, kontingen catur Indonesia berhasil menyumbangkan lima medali emas, tujuh perak, dan lima perunggu, menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di level internasional.
Diikuti Pecatur dari Delapan Negara
Turnamen tahun ini diikuti oleh 342 pecatur Indonesia yang berasal dari berbagai provinsi serta delapan peserta asing dari Australia, Jepang, Jerman, Malaysia, Singapura, Uzbekistan, dan Italia. Seluruh peserta bertanding dalam sembilan babak catur standar menggunakan Sistem Swiss untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp180 juta.




