Trauma healing ini menjadi langkah awal dari rangkaian panjang pengabdian 169 Taruna Akpol selama satu bulan ke depan. Selain pendampingan psikososial, para taruna akan terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya, seperti pemulihan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pengelolaan dapur umum, serta dukungan sosial bagi masyarakat terdampak bencana.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa kegiatan trauma healing yang dilakukan SSDM Polri bersama Taruna Akpol merupakan langkah strategis dan sangat penting dalam proses pemulihan masyarakat pascabencana, khususnya bagi anak-anak.
“Selama satu bulan ke depan, 169 Taruna Akpol akan hadir dan bekerja bersama masyarakat Aceh Tamiang. Kehadiran Polri tidak hanya dalam pemulihan fisik, tetapi juga dalam penguatan mental dan psikologis masyarakat agar mampu bangkit kembali secara utuh,” tegasnya.
Kegiatan trauma healing ini menjadi simbol awal pengabdian Taruna Akpol di Aceh Tamiang. Selama satu bulan penuh, para taruna akan terus hadir di tengah masyarakat—bekerja, melayani, dan menguatkan—demi mempercepat pemulihan kehidupan pascabencana serta menumbuhkan kembali harapan bagi generasi masa depan.**
(Pm/Ls)




