Aksi Masa Mahasiswa Kaltim Ricuh ! Protes Anggaran Pemprov. Mahasiswa Nilai Respons Gubernur Tak Cukup

Aksi Masa Mahasiswa Kaltim Ricuh ! Protes Anggaran Pemprov. Mahasiswa Nilai Respons Gubernur Tak Cukup
Aksi Massa Protes Anggaran Pemprov Kaltim, (Screenshot video drone)
Aksi Masa Mahasiswa Kaltim Ricuh ! Protes Anggaran Pemprov. Mahasiswa Nilai Respons Gubernur Tak Cukup

KALTIM, Indonesia jurnalisAksi unjuk rasa yang digelar ribuan warga dan mahasiswa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur berakhir ricuh pada Selasa malam (21/04). Menyusul peristiwa tersebut, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyatakan akan mengevaluasi kinerja pemerintahannya. Namun, pernyataan itu dinilai belum menjawab tuntutan publik.

Aksi tersebut dipicu oleh sorotan terhadap sejumlah kebijakan anggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar di tengah masih tingginya angka kerusakan jalan di wilayah tersebut. Isu ini bahkan sempat menarik perhatian Presiden Prabowo.

Selain itu, publik juga menyoroti anggaran renovasi rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur yang mencapai Rp25 miliar. Meski pihak pemprov telah mengklarifikasi bahwa angka tersebut merupakan akumulasi dari beberapa kebutuhan, kebijakan ini tetap menuai kritik karena dinilai tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Ribuan massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat sipil turun ke jalan membawa spanduk dan poster berisi protes terhadap kebijakan anggaran yang disebut “melukai hati rakyat”. Mereka menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni evaluasi kebijakan Pemprov Kaltim, penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta mendesak DPRD untuk mengoptimalkan fungsi pengawasan.

Aksi Masa Mahasiswa Kaltim Ricuh ! Protes Anggaran Pemprov. Mahasiswa Nilai Respons Gubernur Tak Cukup
Aksi Masa Mahasiswa Kaltim Protes Anggaran Pemprov Kaltim

Sejak siang hari, massa telah berkumpul di luar pagar kawat berduri yang mengelilingi kantor gubernur. Lokasi tersebut turut menjadi sorotan karena ruang kerja gubernur diketahui baru saja ditata ulang dengan anggaran Rp8,2 miliar, yang masuk dalam daftar kebijakan kontroversial.

Dalam orasinya, salah satu demonstran menegaskan, “Yang menyakiti kita bukan kawat ini. Yang menyakiti kita adalah kebijakan yang tidak adil.”

Baca Juga  Tito Karnavian Hadiri Rapat Kerja Pemerintah, Prabowo: Indonesia Tetap Stabil di Tengah Gejolak Dunia

Situasi memanas ketika massa mulai melemparkan berbagai benda ke arah aparat keamanan yang telah bersiaga. Ketegangan meningkat dengan pembakaran ban bekas dan penyemprotan air menggunakan meriam air oleh petugas.

Berdasarkan pantauan sejumlah media lokal, Gubernur Rudy Mas’ud sempat keluar dari kantornya sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Namun, ia tidak memberikan pernyataan langsung kepada awak media di lokasi.

Dalam pernyataan terpisah, Rudy menyebut bahwa aspirasi masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintah daerah ke depan.

“Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa arah masa depan takdir Provinsi Kalimantan Timur berada di tangan para generasi muda yang peduli,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden BEM FISIP Universitas Mulawarman, Rossa Tri Rahmawati Bahri, yang turut berada di lokasi aksi, menilai respons gubernur tidak mencerminkan keseriusan dalam menanggapi aspirasi masyarakat.

Ia menegaskan tuntutan aksi meliputi evaluasi total kinerja Pemprov Kalimantan Timur, penolakan terhadap praktik KKN, serta dorongan agar DPRD menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *