National Summit APPMBGI 2026, Distribusi Bahan Pangan Masih Jadi Tantangan di Daerah

National Summit APPMBGI 2026, Distribusi Bahan Pangan Masih Jadi Tantangan di Daerah
Dari kiri : Ketua Umum Yayasan Masyarakat Gotong Royong Gansal Inhil Madani Riau, Abdul Basir, S.Sos., MM, bersama Syahroni Di National Summit APPMBGI 2026
National Summit APPMBGI 2026, Distribusi Bahan Pangan Masih Jadi Tantangan di Daerah

JAKARTA – Indonesia jurnalis – Ketua Umum Yayasan Masyarakat Gotong Royong Gansal Inhil Madani Riau, Abdul Basir, S.Sos., MM, menyoroti sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses distribusi bahan pangan.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri National Summit APPMBGI 2026 yang berlangsung di Gedung APPMBGI, Pasar Rebo, Pekayon, Jakarta Timur, pada 25–26 April 2026.

Menurut Abdul Basir, kondisi geografis di beberapa daerah menjadi kendala tersendiri dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku berkualitas untuk program MBG.

“Pahami bahwa ada daerah-daerah yang sifatnya, apalagi di wilayah itu hanya bisa dijangkau melalui jalur air. Pemerintah secara umum sudah berjalan dengan baik, kami dari yayasan juga mendukung. Cuma persoalannya ada pada bahan, karena di wilayah kami untuk MBG ini dibutuhkan beras yang berkualitas, minyak yang berkualitas, serta bahan sayuran yang tidak bisa disimpan lama. Saat ini kami masih banyak mengambil dari daerah atau provinsi tetangga,” ujarnya.

Ia mengakui, sejumlah kendala yang dihadapi masih bersifat wajar mengingat program ini tergolong baru. Meski demikian, pihaknya tetap optimistis terhadap perkembangan program ke depan.

“Kendala-kendala seperti ini sifatnya masih normatif karena program ini baru. Ada juga relawan yang masih berproses. Tapi kami optimis dan tetap berpikir positif, karena ke depan pasti semakin baik, baik dari sisi pelayanan, kualitas, maupun menu yang disusun oleh ahli gizi,” katanya.

Lebih lanjut, Abdul Basir juga menyinggung keterbatasan pasokan beberapa komoditas, seperti ikan dan buah-buahan, yang sulit diperoleh di wilayah tertentu. Selain itu, ia mengungkapkan adanya tantangan terkait ketersediaan bahan pokok dari Bulog.

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *