“Dalam dialog tadi kami juga menyampaikan kepada Bulog, program ini sangat bagus. Namun di lapangan, ketersediaan beras yang ada terkadang kurang diminati masyarakat di Sumatera. Begitu juga dengan minyak goreng, yang harganya tidak stabil. Ini menjadi perhatian kami,” jelasnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, ia menilai program MBG telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya para penerima manfaat seperti siswa.
“Program ini sangat disambut baik oleh masyarakat, terutama siswa. Ini sangat dinantikan oleh anak-anak. Di daerah kami, program ini juga memberikan dampak positif, termasuk bagi petani, meskipun masih dalam proses penyesuaian,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Umum APPMBGI, Abdul Rivai Ras, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan program pemerintah tersebut.
“Kami bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena dapat berkumpul bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal kebijakan strategis pemerintah, khususnya program makan bergizi gratis. Perlu kami laporkan bahwa kepengurusan di 38 provinsi terbentuk dalam waktu kurang lebih tiga bulan, dan ini merupakan capaian yang sangat cepat dan luar biasa,” jelasnya.
Ia menambahkan, mayoritas pengurus di tingkat daerah merupakan pengusaha lokal yang tangguh, termasuk sejumlah tokoh yang juga aktif di dunia politik.*
(Ls)




