Korban Tewas Gempa Dahsyat di Venezuela Capai 188 Orang, Ratusan Masih Hilang dan Terjebak Reruntuhan

Korban Tewas Gempa Dahsyat di Venezuela Capai 188 Orang, Ratusan Masih Hilang dan Terjebak Reruntuhan
Korban Tewas Gempa Dahsyat di Venezuela Capai 188 Orang, Ratusan Masih Hilang dan Terjebak Reruntuhan
Korban Tewas Gempa Dahsyat di Venezuela Capai 188 Orang, Ratusan Masih Hilang dan Terjebak Reruntuhan

VENEZUELA, Indonesia jurnalis –  Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang pesisir utara Venezuela terus bertambah. Hingga kini, sedikitnya 188 orang*dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Presiden Majelis Nasional, Jorge Rodriguez, mengungkapkan bahwa sebanyak 1.520 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai rumah sakit dan masih menjalani perawatan.

Selain itu, sebanyak 157 orang masih dinyatakan hilang sejak gempa terjadi. Tim penyelamat saat ini terus melakukan operasi pencarian dan evakuasi terhadap lebih dari 200 orang yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Sejak dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah tersebut pada Rabu (24/6/2026) malam, otoritas mencatat sedikitnya 138 gempa susulan.

Rodriguez menjelaskan, bencana ini menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur. Sedikitnya 346 bangunan dan fasilitas umum mengalami kerusakan, termasuk 250 gedung serta 20 pusat perbelanjaan, yang sebagian besar berada di Negara Bagian La Guaira, Delapan rumah sakit turut terdampak sehingga pasien harus dipindahkan ke fasilitas kesehatan lainnya.

Sebagai langkah penanganan darurat, Pemerintah Venezuela membentuk dana khusus senilai US$200 juta untuk mendukung proses rekonstruksi, termasuk pembangunan kembali rumah warga dan rumah sakit yang mengalami kerusakan.

Menyusul besarnya dampak bencana, Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menetapkan status keadaan darurat nasional.

Pemerintah juga mengerahkan personel penyelamat dari berbagai wilayah menuju La Guaira, daerah yang memang dikenal rawan bencana alam. Wilayah tersebut pernah mengalami tragedi tanah longsor besar pada tahun 1999 yang menewaskan ribuan orang dan menjadi salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah Venezuela.

Baca Juga  Dua Pelajar Asal Tebing Tinggi Tenggelam di Sungai Aquarium Raya Kahean, Polisi dan Warga Lakukan Evakuasi

Pada Kamis, Presiden Rodriguez, seperti dikutip Associated Press, mengimbau dunia usaha agar turut menyediakan alat berat guna mempercepat proses evakuasi korban. Sementara itu, juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan bahwa tim pencarian dan penyelamatan internasional akan segera tiba untuk membantu operasi kemanusiaan.

Rodriguez juga menyebut La Guaira kini telah ditetapkan sebagai “zona bencana.”

Meski berada di kawasan yang berdekatan dengan sejumlah sesar aktif, gempa bumi berkekuatan besar di Venezuela tergolong jarang terjadi dibandingkan negara-negara lain di kawasan Amerika Latin. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh posisi geografis Venezuela yang berada di pertemuan Lempeng Amerika Selatan dan Lempeng Karibia

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi di sebelah barat Moron, di pesisir Karibia, dengan kedalaman sekitar 22 kilometer. Kurang dari satu menit kemudian, gempa kedua berkekuatan magnitudo 7,5  mengguncang sekitar 16 kilometer di barat daya Moron dengan kedalaman 10 kilometer

Menanggapi fenomena tersebut, ahli geofisika sekaligus peneliti di Survei Geologi Brasil, Marcos Ferreira, menjelaskan bahwa dua gempa besar yang terjadi hampir bersamaan, ditambah pusat gempa yang relatif dangkal, menjadi faktor utama yang memperparah tingkat kerusakan.

“Ibarat saya sedang berteriak, lalu seseorang ikut berteriak pada saat yang sama. Hal itu memperkuat getaran dan meningkatkan potensi bahayanya,” tutur Ferreira.*

(Redaksi)

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *