Masjid Istiqlal Masuk Bursa Efek Indonesia, Pengelolaan Wakaf Produktif Berbasis Pasar Modal Syariah

Masjid Istiqlal Masuk Bursa Efek Indonesia, Pengelolaan Wakaf Produktif Berbasis Pasar Modal Syariah
Photo: Masjid Istiqlal
Masjid Istiqlal Masuk Bursa Efek Indonesia, Pengelolaan Wakaf Produktif Berbasis Pasar Modal Syariah

JAKARTA, Indonesia jurnalis – Masjid Istiqlal mencatat langkah baru dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Masjid terbesar di Indonesia tersebut kini mengembangkan pengelolaan wakaf produktif dengan memanfaatkan instrumen pasar modal syariah melalui kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Terobosan ini tidak hanya memperluas fungsi wakaf dari sekadar kegiatan sosial, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. Skema tersebut diharapkan dapat memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menjelaskan bahwa pemanfaatan instrumen pasar modal syariah menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan dana wakaf agar memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Pertama kali masjid yang masuk Bursa Efek adalah Masjid Istiqlal. Wakaf tunai yang kami kumpulkan bekerja sama dengan Bursa Efek sehingga ada pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Nasaruddin, Jumat (7/8/2026).

Pengembangan konsep tersebut dilakukan melalui Istiqlal Global Fund (IGF), lembaga yang dibentuk pada 2021 di bawah Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI). IGF dirancang sebagai social enterprise yang memadukan misi sosial dan keagamaan dengan tata kelola bisnis modern.

Redaksi
Author: Redaksi

Baca Juga  Kapal KN SAR Ramawijaya Terbakar di Galangan Muara Baru, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *