Betonisasi Jalan Gempol sari Disorot, Ketebalan Cor 7–10 Cm dan K3 Dipertanyakan

Betonisasi Jalan Gempol sari Disorot, Ketebalan Cor 7–10 Cm dan K3 Dipertanyakan
Betonisasi Jalan Gempol sari Disorot, Ketebalan Cor 7–10 Cm dan K3 Dipertanyakan
Betonisasi Jalan Gempol sari Disorot, Ketebalan Cor 7–10 Cm dan K3 Dipertanyakan

TANGERANG, Indonesia jurnalis com di Pekerjaan betonisasi jalan di RT 03/RW 01, Desa Gempol sari, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan. Pemantauan awak media pada Jumat (14/8/2026) menemukan sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian, mulai dari keterbukaan informasi proyek, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga kejelasan pihak pelaksana.

Di lokasi, aktivitas betonisasi sedang berlangsung. Namun, informasi mengenai nama pelaksana, sumber anggaran, nilai pekerjaan, masa pelaksanaan, maupun spesifikasi teknis proyek belum terlihat secara jelas.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi pekerjaan yang berada di lingkungan masyarakat dan diduga menggunakan anggaran publik.

Saat dikonfirmasi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan, salah seorang pekerja mengaku tidak mengetahui secara pasti.

Belum tahu, Pak. Saya belum lihat pelaksananya. Saya hanya kerja,” ujar pekerja yang meminta namanya tidak disebutkan.

Keterangan tersebut menjadi perhatian karena keberadaan penanggung jawab lapangan penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai gambar kerja, spesifikasi teknis, ketentuan kontrak, serta standar keselamatan.

Selain transparansi, awak media melakukan pengukuran sederhana terhadap ketebalan beton di lokasi. Hasil pengukuran menunjukkan ketebalan berada pada kisaran 7 hingga 10 sentimeter.

Namun, hasil tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa pekerjaan tidak sesuai spesifikasi. Kepastian mengenai kesesuaian ketebalan harus dibandingkan dengan dokumen kontrak, RAB, gambar kerja, dan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam proyek.

Karena itu, keterbukaan dokumen dan pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang menjadi penting agar kualitas pekerjaan dapat dinilai secara objektif.

Selain itu, penerapan K3 juga menjadi salah satu hal yang disorot. Pekerjaan konstruksi memiliki risiko kecelakaan sehingga penggunaan alat pelindung diri dan penerapan prosedur keselamatan harus menjadi bagian dari pelaksanaan pekerjaan.

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *