Barbie Laundry Buktikan UMKM Bisa Berdaya Sosial, Rekrut Penyandang Disabilitas hingga Cuci Gratis Korban Banjir

Barbie Laundry Buktikan UMKM Bisa Berdaya Sosial, Rekrut Penyandang Disabilitas hingga Cuci Gratis Korban Banjir
Owner Barbie Laundry, Iman Agus Kartawinata bersama istri usai acara Festival Laundry dan UMKM 2026 di Gedung SMESCO, Jakarta, Minggu (13/9/2026).
Barbie Laundry Buktikan UMKM Bisa Berdaya Sosial, Rekrut Penyandang Disabilitas hingga Cuci Gratis Korban Banjir

JAKARTA, Indonesia jurnalis – 13 September 2026 – Di tengah ketatnya persaingan industri jasa laundry, Barbie Laundry dari Lampung menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya diukur dari sisi bisnis, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Didirikan sejak 2015, Barbie Laundry mengembangkan usaha dengan mengedepankan pelayanan sekaligus kepedulian sosial. Hal tersebut disampaikan Owner Barbie Laundry, Iman Agus Kartawinata, kepada media usai acara Festival Laundry dan UMKM 2026 di Gedung SMESCO, Jakarta, Minggu (13/9/2026).

Agus mengatakan, sejak awal dirinya memiliki prinsip bahwa usaha yang dijalankan harus mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

“Prinsip saya lebih senang memberikan manfaat kepada sesama. Contohnya, saat banjir melanda pada tahun 2015, kami langsung membuka layanan cuci gratis tanpa syarat dan batas maksimal untuk para korban. Saat itu, kami berhasil mencuci hingga 3.800 kilogram pakaian,” ujar Agus.

Menurutnya, aksi sosial tersebut tidak berhenti pada satu peristiwa. Setiap kali terjadi banjir di wilayah sekitar, Barbie Laundry berupaya kembali memberikan layanan pencucian pakaian secara gratis bagi masyarakat terdampak.

Memberikan Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Selain kepedulian terhadap korban bencana, Barbie Laundry juga memiliki perhatian khusus terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas melalui kesempatan kerja.

Perusahaan secara aktif merekrut dan memberikan pelatihan kepada penyandang disabilitas, khususnya teman-teman tuli, untuk menjadi bagian dari tim kerja.

Agus mengungkapkan, dari 32 orang karyawan yang saat ini bekerja di Barbie Laundry, sebanyak 12 orang merupakan penyandang disabilitas tuli.

“Saat ini, dari total 32 karyawan di Barbie Laundry, sebanyak 12 orang adalah teman-teman disabel tuna rungu. Kami memberikan mereka kesempatan untuk mencari rezeki dan mengembangkan potensi diri meskipun memiliki keterbatasan,” jelas Agus.

Baca Juga  OJK Cabut Izin 13 BPR hingga September 2026, LPS Pastikan Dana Nasabah Dijamin

Untuk mendukung program tersebut, Barbie Laundry juga menjalin kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dinas Sosial setempat. Kerja sama itu diarahkan untuk mendukung kesejahteraan sekaligus pengembangan kemampuan dan karier para pekerja penyandang disabilitas.

Satu Lokasi, Tiga Segmen Layanan

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *