Dari sisi bisnis, Barbie Laundry saat ini telah memiliki dua cabang. Perusahaan menerapkan konsep “satu lokasi, tiga layanan”, yang memungkinkan satu cabang melayani sejumlah segmen pelanggan.
Layanan tersebut mencakup laundry untuk kebutuhan hotel, laundry sekolah berasrama atau boarding school dan pondok pesantren, serta laundry kiloan untuk masyarakat umum.
Konsep tersebut menjadi salah satu strategi Barbie Laundry dalam mengoptimalkan operasional sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas.
Agus mengatakan, pengembangan usaha juga diikuti dengan upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
“Kami selalu membuka loker dan mengadakan pelatihan (training). Setelah dilatih, tim-tim kami didistribusikan tidak hanya di Lampung, tetapi juga melalui mitra kami yang tersebar di 15 kabupaten di Provinsi Lampung hingga ke wilayah Martapura,” tambahnya.
Dorong Kolaborasi dan Penguatan Industri Laundry
Ke depan, Barbie Laundry berencana terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam membuka dan meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat.
Agus juga berharap kegiatan yang mempertemukan para pelaku usaha laundry dari berbagai daerah dapat terus diselenggarakan secara rutin. Menurutnya, forum semacam itu penting sebagai ruang silaturahmi sekaligus bertukar pengalaman dan pengetahuan antar pelaku industri.
“Semoga tahun depan, acara spektakuler seperti festival atau pertemuan pengusaha laundry nasional ini dapat diadakan di Lampung. Ini akan menjadi momen penting untuk memajukan industri kita bersama,” pungkas Agus.
Perjalanan Barbie Laundry menunjukkan bahwa UMKM tidak hanya dapat tumbuh melalui strategi bisnis, tetapi juga memiliki peluang besar untuk menciptakan dampak sosial. Dari Lampung, usaha yang dibangun sejak 2015 tersebut terus berupaya menggabungkan pelayanan, pemberdayaan tenaga kerja dan kepedulian terhadap masyarakat dalam satu ekosistem bisnis.*
(Lucky Poni)




