“Saya berharap Mubes ke-5 ini yang tadi sudah dibuka semangat untuk bertanding. Bertanding itu harus ditafsirkan dengan cara yang baik, tidak menimbulkan perpecahan,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh pihak perlu mencari jalan terbaik agar proses pemilihan ketua umum dapat berlangsung secara musyawarah tanpa harus memunculkan polarisasi di internal organisasi.
“Kita cari cara yang bisa mempertemukan perbedaan-perbedaan ini menjadi satu. Itu memang diperlukan kerja dari para senior dan juga dukungan semuanya, tim sukses dan sebagainya,” katanya.
Agung juga menegaskan bahwa perbedaan latar belakang, termasuk gender maupun status sosial ekonomi, tidak boleh menjadi hambatan dalam menentukan pemimpin organisasi.
“Kita tidak bicara soal gender atau latar belakang ekonomi sosial. Yang utama adalah bagaimana bisa memberikan pengabdian kepada masyarakat sesuai kebutuhan keluarga dan masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap dinamika yang terjadi dalam Mubes justru menjadi energi positif bagi organisasi, bukan sebaliknya menonjolkan ego masing-masing pihak.
“Ada suasana dinamika, tetapi dinamika ini jangan kemudian hanya memunculkan ego masing-masing sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat dan informasi kepada publik bisa berjalan baik,” pungkasnya.*
(Report ls)




