Bapak paham kan rakyat marah kenapa , tanya Dedy “Saya sebenarnya korban fitnah. Di Framing seolah-olah saya melindungi judi online dan ikut dalam sindikat. Tapi saya yakin dua hal: Tuhan tidak pernah tidur, dan kebenaran akan menemukan jalannya sendiri, dan saya yakin berjanji dan sudah waktunya untuk ngomong, kayanya saya harus terbuka untuk bicara,” ujar Budi Arie.
Ia mengakui bahwa selama ini memilih diam karena pertimbangan strategi politik.
“Kenapa saya nggak pernah bicara seperti ini dari dulu? Karena saya tunggu dulu. Ini soal taktik dan strategi. Saya harus tahu pasti siapa yang menggigit saya,” ujarnya menjawab pertanyaan Deddy.
Budi pun menegaskan bahwa kini ia sudah mengetahui siapa saja yang berada di balik fitnah tersebut.
“Yang fitnah saya, saya tahu. Yang gerakkan pasar, saya juga tahu. Nanti kalian sendiri yang kebakar tangannya. Kalau memfitnah orang, alam itu nggak tidur, semesta mendukung nanti kebalik kalian yang kena,”tegasnya.
Ketika ditanya kenapa tidak melaporkan ke polisi, Budi menjawab bahwa keputusan itu diambil setelah berkonsultasi dengan rekan-rekannya.
“Waktu itu kami hitung-hitung, samperin aja nggak? Tapi kami putuskan jangan dulu. Karena ini ternyata memang permainan politik (Political Game) Tujuannya mau fitnah saya, mau bumi hanguskan Projo karena dianggap ancaman politik ke depan,” ungkapnya.
Meski demikian, Budi menyatakan siap memberikan keterangan kapan pun dibutuhkan.
“Kalau dimintai keterangan kapan saja, saya siap. Selama 15 bulan saya di sana, saya bisa jelaskan semua pengetahuan dan pemahaman saya soal masalah ini,” pungkasnya.**
(Editor NK)




