Terkait keberadaan tambang batu bara di Kabupaten Balangan, Abdul Hadi menegaskan bahwa lokasi aktivitas pertambangan berada di Kecamatan Paringin dan Kecamatan Juai. Kedua wilayah tersebut berada di bagian tengah Kabupaten Balangan, bukan di kawasan hulu yang menjadi sumber banjir.
“Air banjir berasal dari Balangan bagian atas. Sementara lokasi tambang berada di wilayah tengah, sehingga tidak berkaitan langsung dengan kejadian banjir bandang ini,” tegasnya.
Meski demikian, Abdul Hadi tidak menampik bahwa di daerah lain banjir dapat terjadi akibat kerusakan lingkungan yang dipicu aktivitas pertambangan atau perkebunan sawit. Namun, ia memastikan kondisi tersebut tidak terjadi di wilayah hulu Balangan.
Penjelasan ini disampaikan untuk meluruskan berbagai asumsi yang berkembang di media sosial, sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Balangan dalam menjaga kelestarian hutan serta keberlanjutan lingkungan hidup di daerah tersebut.**
(Ema)




