Nakeus menyoroti bahwa sejak tahun 2014, masalah tenaga honorer belum juga terselesaikan. “Ada teman-teman yang sudah mengabdi selama 20 tahun, bahkan ada yang 30 tahun. Jumlah tenaga honorer di Manokwari lebih dari 3.000 orang. Kami berharap masalah ini segera dituntaskan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa semua keputusan yang diambil oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP telah melalui rapat bersama dengan anggota dari tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD). “Apa yang disampaikan sudah diputuskan bersama, termasuk kader-kader yang disiapkan sebagai calon legislatif terpilih,” lanjut Nakeus.
Sebagai caleg terpilih DPRD Provinsi Papua Barat dengan suara terbanyak di dapil 1 Manokwari , Nakeus menyatakan komitmennya untuk terus mengabdi kepada masyarakat. “Saya memperoleh 4.320 suara, dan sebagai kader partai, saya berkomitmen untuk terus bekerja demi kemajuan daerah. Aturan partai dan anggaran rumah tangga partai harus dipatuhi, dan kita harus terus berjuang untuk kepentingan rakyat,” tegasnya
Nakeus juga menegaskan bahwa perjuangan untuk mengangkat tenaga honorer menjadi PNS akan terus dilanjutkan bekerja sama dengan dinas terkait. “Kami berharap perjuangan ini segera membuahkan hasil, karena tenaga honorer telah lama mengabdi dan layak mendapatkan kepastian untuk putuskan untuk kader terbaik,” Tutupnya
(Rept/NK)




