“Jangan sampai ada korupsi, jangan sampai ada penyalahgunaan wewenang. Sehingga lembaga itu bisa menjadi seperti yang ditunjukkan dalam pesan Bung Karno, yaitu ‘mewarisi apinya, bukan abunya’,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh kader GMNI di Indonesia untuk terus menghidupkan semangat perjuangan dan ideologi yang diwariskan oleh Bung Karno, khususnya melalui ajaran Trisakti.
“Pesan saya, terus bahu-membahu. Pesan Bung Karno jelas, Trisakti itu penting. Bela masyarakat, tidak hanya terbatas dalam konteks Pasal 33 UUD saja,” ujarnya.
Risyad juga menekankan bahwa setiap daerah memiliki persoalan lokal yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kader GMNI di seluruh Indonesia diharapkan mampu merespons isu-isu tersebut secara konkret, selama tetap berlandaskan semangat marhaenisme.
“Saya yakin di seluruh kabupaten, kota, maupun provinsi memiliki isu lokal masing-masing. Selama itu atas nama marhaenisme, tentu saya mendukung kader-kader untuk terus bergerak,” pungkasnya.*
(Redaksi)




