Selain program bedah rumah, LIPAN Pesawaran juga selama ini aktif menggelar berbagai kegiatan sosial, di antaranya sunatan massal bagi anak-anak yatim piatu dan masyarakat kurang mampu.
Ke depan, LIPAN Pesawaran juga berencana mengembangkan kegiatan sosial lainnya, termasuk bakti sosial nikah massal bagi pasangan yang telah melangsungkan pernikahan secara siri namun belum memiliki buku nikah atau belum memiliki pencatatan perkawinan secara resmi oleh negara.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat memperoleh kepastian administrasi dan perlindungan hukum dalam kehidupan berkeluarga.Sumarah menambahkan bahwa seluruh program sosial tersebut akan terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan lembaga dan dukungan dari berbagai pihak.
“Kami tidak ingin berhenti di satu kegiatan. Selama ada kemampuan dan ada masyarakat yang membutuhkan, kami akan berusaha hadir. Tentu dengan tetap membuka ruang kerja sama dengan pemerintah, Baznas, maupun pihak-pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial,” jelasnya.
Kegiatan bedah rumah di Desa Sukamaju tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Bantuan yang mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang, dapat memiliki arti yang sangat besar bagi keluarga yang menerimanya.
LIPAN Pesawaran berharap gerakan sosial tersebut dapat menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
“Harapan kami sederhana, jangan sampai ada masyarakat yang merasa sendiri ketika sedang menghadapi kesulitan. LIPAN ingin terus menebarkan kepedulian dan mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan membantu masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Sumarah.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian, LIPAN Pesawaran berharap program-program sosial ke depan dapat memberikan manfaat yang lebih luas .
Willy Tim media Lipan




