DPP MADAS Geram, KPK Dinilai Lemah Tegakkan Keadilan dalam Kasus Dana Hibah Jatim

DPP MADAS Geram, KPK Dinilai Lemah Tegakkan Keadilan dalam Kasus Dana Hibah Jatim
Sekretaris Jenderal DPP MADAS, Dr. H. Abd Kadir, S.H., M.H.
DPP MADAS Geram, KPK Dinilai Lemah Tegakkan Keadilan dalam Kasus Dana Hibah Jatim

Jakarta, Indonesia jurnalis – Dewan Pimpinan Pusat Madura Asli Daerah Anak Serumpun (DPP MADAS) menyatakan keprihatinan dan kegeraman terhadap proses penanganan Kasus Dana Hibah Provinsi Jawa Timur yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dari total 21 orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap pengurusan dana hibah Pokmas APBD Jawa Timur 2019–2022, hanya 4 orang yang ditahan, sedangkan 17 lainnya hingga kini masih berkeliaran di luar penahanan.

KPK secara resmi menetapkan 21 tersangka pada 2 Oktober 2025, di antaranya nama mantan Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi, Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad, dan Wakil Ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar sebagai bagian dari penerima suap. Namun langkah penahanan hingga kini masih terbatas hanya pada empat tersangka pemberi suap.

DPP MADAS mencatat bahwa Surat Panggilan KPK Nomor SPGL/2855/DIK.01.00/23/06/2025 telah diterbitkan sejak 4 Juni 2025. Hingga hari ini, berarti telah 205 hari berlalu tanpa tindakan tegas terhadap sebagian besar tersangka yang telah berstatus resmi. MADAS menilai sikap ini berpotensi menimbulkan kesan pencitraan dalam penegakan hukum dan pada akhirnya menurunkan kepercayaan publik terhadap lembaga antirasuah.

Sekretaris Jenderal DPP MADAS, Dr. H. Abd Kadir, S.H., M.H., menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus dilaksanakan secara konsisten tanpa pengecualian. Ia menekankan pentingnya prinsip equality before the law sebagaimana dijamin dalam Pasal 27 ayat (1) UUD 1945, serta ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *