FORKABI Siap Gelar Musyawarah Besar, Abdul Ghoni Dorong Masyarakat Betawi Melek Politik
JAKARTA, Indonesia jurnalis – Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) tengah mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) yang akan menjadi agenda penting dalam menentukan kepemimpinan organisasi ke depan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPP FORKABI, Drs. H. Abdul Ghoni, usai rapat persiapan Musyawarah Besar yang digelar di Sekretariat DPP FORKABI, Cipete, Jakarta Selatan, Minggu (31/5/2026).
Menurut Abdul Ghoni, pelaksanaan Mubes menjadi keharusan karena masa jabatan Ketua Umum saat ini akan segera berakhir.
“Hari ini kami mengadakan persiapan Musyawarah Besar DPP FORKABI karena masa berlaku kepengurusan Ketua Umum sudah selesai. Jadi harus dilakukan Musyawarah Besar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peserta Mubes berasal dari seluruh jajaran pengurus FORKABI di wilayah Jabodetabek, mulai dari tingkat DPD hingga DPC.
“Pesertanya dari Jabodetabek, pengurus-pengurus mulai tingkat DPD sampai DPC semuanya menjadi peserta. Ini juga menjadi pembelajaran berorganisasi dan berpolitik, sehingga masyarakat Betawi tidak awam terhadap politik dan organisasi,” katanya.
Abdul Ghoni mengungkapkan bahwa awalnya Mubes direncanakan digelar di lokasi lain. Namun karena lokasi tersebut sudah digunakan pihak lain, panitia akhirnya memutuskan memindahkan kegiatan ke Jakarta Timur.
“Yang sebelumnya saya rencanakan akan dilaksanakan di Jakarta Timur. Tempat yang semula direncanakan ternyata sudah dipakai orang lain. Karena tidak ada lagi tempat yang tersedia, akhirnya kami memesan tenda dan berbagai kebutuhan lainnya untuk pelaksanaan acara,” jelasnya.
Terkait pencalonan Ketua Umum, Abdul Ghoni menegaskan bahwa seluruh anggota yang memenuhi syarat memiliki hak untuk maju sebagai calon.
“Siapa saja boleh mencalonkan diri. Untuk saat ini memang belum ada yang mendaftar karena panitia masih dalam tahap persiapan dan proses pendaftaran belum dibuka,” ungkapnya.
Mengenai jumlah anggota FORKABI, Abdul Ghoni menyebutkan berdasarkan data kepemilikan kartu anggota, jumlahnya mencapai ribuan orang.
“Data KTA yang tercatat ada sekitar 2.500 anggota. Bahkan masih banyak juga yang belum memiliki KTA. Mudah-mudahan FORKABI di Jabodetabek bisa terus bermanfaat bagi masyarakat di lingkungan masing-masing,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Ghoni menegaskan bahwa salah satu visi utama FORKABI adalah memberikan pemahaman politik kepada masyarakat Betawi agar tidak lagi memandang politik sebagai sesuatu yang asing atau negatif.
“Visi dan misi kami adalah agar orang Betawi jangan tabu dengan politik. Kehidupan kita ini diatur oleh politik, sehingga kita harus mengambil bagian di dalamnya,” ujarnya.
Ia menilai pola pikir masyarakat yang dahulu cenderung menjauh dari dunia politik sudah harus ditinggalkan.
“Kalau zaman dulu mungkin ada anggapan masa bodoh terhadap politik. Tapi sekarang tidak boleh lagi seperti itu. Anak-anak kita harus diberikan pendidikan dan pemahaman sehingga mereka bisa menentukan masa depannya sendiri. Itu juga bagian dari politik,” katanya.
Menurutnya, kehidupan berbangsa dan bernegara tidak dapat dipisahkan dari sistem politik.




