Dalam orasi yang disampaikan, Ketua Umum Forum Rakyat Nusantara, Rusdi Bicara, menegaskan bahwa aksi lanjutan (Jilid III) akan kembali digelar sebagai bentuk mobilisasi tekanan kolektif.
“Hal ini mencerminkan dinamika gerakan sosial untuk mendorong respons bijak partai Politik,” ucap Rusdi dengan tegas saat orasi.
Senada dengan itu, Ketua Umum PP-FORMAPAS, Riswan Sanun, menyampaikan kritik tajam terhadap dugaan perilaku provokatif oleh seorang pejabat publik. Ia menegaskan bahwa bukti yang telah dilaporkan kepada DPP Partai Demokrat dapat di jadikan indikator dan sangat cukup untuk menjadi dasar pengambilan keputusan oleh Ketua Umum Partai Demokrat.
“Dalam perspektif etika politik, tindakan tersebut dinilai melanggar prinsip representasi yang seharusnya menjunjung tinggi integrasi sosial,” ujar Riswan.
Aksi ditutup oleh Koordinator Lapangan, Sandi Naim, dengan pernyataan tegas yang menegaskan pemberhentian Aksandri Kitong sebagai kader partai secara tidak terhormat.
Pernyataan ini disampaikan setelah adanya konfirmasi dari salah satu pengurus DPP Partai Demokrat yang membenarkan bahwa pemanggilan terhadap yang bersangkutan telah dilakukan pada 8 April 2026, serta menyampaikan bahwa proses penanganan akan berjalan sesuai mekanisme internal partai.
“Secara keseluruhan, fenomena ini menunjukkan adanya relasi antara tekanan masyarakat sipil dan respons kelembagaan partai politik dalam menjaga stabilitas sosial dan etika komunikasi publik di era digital,” tutup Sandi Naim.



