GIHES 2026 Resmi Dibuka, Pendidikan Islam Holistik Ditawarkan untuk Menjawab Tantangan Dunia.

GIHES 2026 Resmi Dibuka, Pendidikan Islam Holistik Ditawarkan untuk Menjawab Tantangan Dunia
Ketua pelaksana GIHES 2026 yang juga Pimpinan dan Pengasuh Pondok Modern Tazakka, Batang, Jawa Tengah, K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D.,

Menurutnya, wajah Islam yang mengedepankan perdamaian perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat internasional. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam sistem pendidikan Islam yang berkembang di Indonesia.

“Karena wajah Islam adalah perdamaian yang lahir dari agama para wali. Inilah yang sebenarnya perlu dikatakan, bahwa kita sedang mencapai sumber perdamaian luar biasa yang harus diekspor keluar,” ujarnya.

Ia menilai Indonesia memiliki pengalaman pendidikan Islam yang dapat menjadi salah satu rujukan bagi dunia, khususnya dalam menghadapi situasi global yang masih diwarnai berbagai konflik dan persoalan kemanusiaan.

Menurutnya, pengetahuan dan teknologi saja tidak cukup untuk menjawab berbagai persoalan dunia. Perkembangan kecerdasan buatan, teknologi, serta modernisasi harus berjalan beriringan dengan nilai keberlanjutan, moral, dan kepedulian terhadap lingkungan dan pengetahuan saja tidak cukup.

Dalam konteks tersebut, pendidikan Islam holistik dinilai dapat memberikan perspektif yang lebih luas dengan menggabungkan kemampuan intelektual, keterampilan, spiritualitas, serta nilai-nilai kemanusiaan.

GIHES 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan pengalaman panjang pendidikan Islam di Indonesia kepada masyarakat dunia. Sistem pendidikan yang telah berkembang selama puluhan tahun di lingkungan pesantren dinilai memiliki kontribusi penting dalam membangun karakter dan kehidupan masyarakat.

Forum internasional ini juga diharapkan menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam menghadirkan gagasan pendidikan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat global.

“Harapannya adalah tren ini akan menjadi bagian penting dari eksistensi Indonesia dan dunia melalui kontribusi nyata. Kontribusi ini sudah ada sejak lama,” ujarnya.

Rangkaian 100 Tahun Gontor

Pembukaan GIHES 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Forum tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan pimpinan lembaga pendidikan dalam agenda hari pertama.

Seremoni pembukaan diisi dengan sambutan dan paparan sejumlah tokoh, di antaranya Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Drs. K.H. Akrim Mariyati, Dipl.A.Ed., Ketua MPR RI, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.

Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian agenda GIHES 2026 yang diharapkan mampu memperkuat dialog mengenai masa depan pendidikan islam, baik di Indonesia maupun di tingkat global.*

(Lucky Poni)

 

 

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *