Dua tahun kemudian, tepatnya 27 Maret 1977, Guruh mendirikan kelompok seni Swara Mahardhika. Kelompok tersebut berfokus pada pengembangan seni tari dan pertunjukan musik.
Swara Mahardhika selanjutnya berkembang menjadi sebuah yayasan pada 1987. Dalam perjalanannya, lembaga tersebut melahirkan berbagai pertunjukan berskala besar, antara lain Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra I pada 1979, Untukmu Indonesiaku pada 1980, dan Jak Jak Jak Jakarta pada 1987.
Karya dan kiprah Guruh di bidang seni menjadi bagian penting dalam perjalanan seni pertunjukan Indonesia, khususnya dalam mempertemukan unsur-unsur tradisional dengan ekspresi seni modern.*
(Dari berbagai sumber)




