Ion Laundry Genjot Ekspansi, Tri Martono Agus Halim Ungkap Strategi Hadapi Ketatnya Persaingan Bisnis Laundry

Ion Laundry Genjot Ekspansi, Tri Martono Agus Halim Ungkap Strategi Hadapi Ketatnya Persaingan Bisnis Laundry
Tri Martono Agus Halim, CEO Ion Laundry

Kondisi tersebut membuat dirinya harus mencari strategi agar pelanggan tetap bertahan dan tidak berpindah ke kompetitor.

“Karena industri laundry kan gampang orang buka. Sehingga saya pikir bagaimana saya harus mengunci pelanggan demi pelanggan. Akhirnya saya bikin aplikasi loyalty app,” katanya.

Melalui aplikasi tersebut, pelanggan mendapatkan berbagai program dan promo yang diharapkan dapat meningkatkan loyalitas mereka.

“Customer yang datang itu langsung harapan saya terkunci oleh loyalty app yang saya buat, dengan gimmick-gimmick, dengan promo-promonya, sehingga dia tetap stay jadi pelanggan,” jelas Halim.

Siapkan SDM Sebelum Outlet Dibuka

Selain persaingan, sumber daya manusia (SDM) juga menjadi tantangan yang harus dihadapi dalam mengembangkan bisnis laundry.

Halim mengatakan, pihaknya telah menyiapkan strategi melalui pembentukan akademi untuk memastikan kebutuhan tenaga kerja tersedia sebelum pembukaan outlet baru.

“SDM itu juga pernah menjadi tantangan kita, tetapi saya juga mulai membuat akademi. Jadi bagaimana outlet belum buka tapi supply atau talent itu harus ada di luar sebelum kita outlet itu,” ujarnya.

Menurutnya, proses rekrutmen dan pelatihan dilakukan secara berkelanjutan agar kebutuhan tenaga kerja dapat dipenuhi seiring dengan ekspansi bisnis.

“Jadi melakukan recruit training itu kita jalankan terus,” katanya.

Target Tambah Empat Outlet hingga Akhir Tahun

Terkait target pengembangan bisnis, Halim mengungkapkan bahwa hingga September 2026 pihaknya telah mendapatkan sejumlah pesanan pembukaan outlet baru.

“Target tahun ini kita akan ada penambahan. Sampai September, empat order lagi sampai tahun ini,” ungkapnya.

Ia berharap perkembangan bisnis laundry di Indonesia dapat terus meningkat seiring perubahan gaya hidup masyarakat.

“Harapan saya semoga industri laundry semakin berkembang, semakin maju, semakin besar juga. Dan juga untuk setiap customer bisa semakin memiliki pola gaya lifestyle yang baru, yaitu bahwa yang itu biarlah dipercayakan di laundry,” kata Halim.

Baca Juga  Barbie Laundry Buktikan UMKM Bisa Berdaya Sosial, Rekrut Penyandang Disabilitas hingga Cuci Gratis Korban Banjir

Ia menilai penggunaan jasa laundry profesional juga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menghemat waktu dibandingkan mengerjakan seluruh proses pencucian sendiri di rumah.

“Kalau bisa, di rumah itu memang pakai mesin yang di rumah. Banyak buang waktu. Lebih baik pakai mesin yang komersial atau industri yang ada di sini. Itu lebih cepat untuk memprosesnya,” pungkasnya.*

(Redaksi)

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *