Iran Berduka 40 Hari, Kematian Ali Khamenei Picu Ketegangan dengan AS dan Israel

Iran Berduka 40 Hari, Kematian Ali Khamenei Picu Ketegangan dengan AS dan Israel
Ayatollah Khamenei pemimpin tertinggi Iran

Trump juga mendesak warga Iran untuk memanfaatkan serangan tersebut guna menggulingkan pemerintahan ulama yang berkuasa.

“Ketika kami selesai, ambil alihlah pemerintahan kalian. Itu akan menjadi milik kalian. Ini mungkin satu-satunya kesempatan kalian dalam beberapa generasi,” ujarnya.

Ia turut menyerukan kepada aparat keamanan Iran agar meletakkan senjata, dengan janji “imunitas.” Namun, ia memperingatkan bahwa jika tetap bertempur, mereka akan “menghadapi kematian yang pasti.”

Pernyataan senada disampaikan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

“Waktunya telah tiba bagi seluruh kelompok masyarakat Iran—bangsa Persia, Kurdi, Azeri, Baluchi, dan Ahwazi—untuk melepaskan diri dari belenggu tirani dan mewujudkan Iran yang bebas dan damai,” kata Netanyahu.

Berdasarkan konstitusi Iran, pengganti Khamenei harus dipilih oleh lembaga yang sama yang dahulu menunjuknya, yakni Majelis Ahli Kepemimpinan.

Majelis ini beranggotakan 88 ulama yang secara formal dipilih rakyat setiap delapan tahun. Namun dalam praktiknya, hanya ulama yang dinilai loyal terhadap Republik Islam yang diperkenankan mencalonkan diri. Karena itu, mayoritas anggota majelis saat ini merupakan ulama garis keras.

Konstitusi mengamanatkan agar Pemimpin Tertinggi yang baru dipilih sesegera mungkin. Namun, dalam kondisi keamanan yang genting akibat serangan Amerika Serikat dan Israel, menghimpun seluruh anggota majelis diperkirakan menjadi tantangan tersendiri.

Untuk sementara, tugas-tugas Pemimpin Tertinggi biasanya dijalankan oleh presiden, ketua lembaga kehakiman, serta seorang ulama berpengaruh dari Dewan Garda.

Wafatnya Ali Khamenei tidak hanya mengguncang struktur politik Iran, tetapi juga memperuncing ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, di tengah konflik terbuka antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.*

(Redaksi)

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *