Kapolri Berharap Indonesia Perkuat Diplomasi Perdamaian dan Kemandirian Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global

Kapolri Berharap Indonesia Perkuat Diplomasi Perdamaian dan Kemandirian Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global
Kapolri Listyo Sigit Prabowo di acara Silaturahmi Ramadan bersama Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) Jawa Barat yang digelar di PT NOK, Jumat (6/3)

Ke depan, pemerintah juga akan terus mendorong program hilirisasi di berbagai sektor industri guna memperkuat perekonomian nasional. Beberapa sektor yang menjadi fokus di antaranya industri otomotif, baterai kendaraan listrik, hingga peningkatan produksi minyak (lifting).

Di sisi lain, pemerintah melalui program Asta Cita juga terus memperkuat ketahanan pangan dan energi agar Indonesia dapat berdiri mandiri tanpa bergantung pada negara lain.

“Berbagai macam program Asta Cita ini juga terus didorong, sehingga di dalam kondisi apa pun Indonesia tetap bisa terjaga, khususnya dalam situasi menghadapi pertarungan, menghadapi berbagai macam tekanan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit juga mengajak kelompok buruh untuk terus menjaga persatuan demi menciptakan iklim investasi yang kondusif di Indonesia. Ia menilai pengelolaan sumber daya alam secara optimal sangat penting agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Dalam situasi global seperti saat ini, mau tidak mau Indonesia harus bisa mandiri, harus bisa berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.

“Oleh karena itu tentunya kita harus bisa mengelola seluruh sumber daya alam yang kita miliki untuk kemudian betul-betul kita manfaatkan untuk masyarakat kita, bangsa kita,” sambungnya.

Di akhir sambutannya, Kapolri juga mengingatkan para pekerja untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di tingkat global, terutama dalam menghadapi perkembangan industri dan program hilirisasi yang sedang digencarkan pemerintah.

“Sehingga ketika ada program-program yang terkait dengan masalah hilirisasi, hal-hal yang kemudian memang harus kita dorong untuk kualitas SDM kita harus siap, maka buruh-buruh kita tidak kalah dengan negara lain, karena ini bagian dari kompetisi kita dengan negara-negara yang ada,” pungkasnya.*

(Pm/red)

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *