Kapolri Berharap Indonesia Perkuat Diplomasi Perdamaian dan Kemandirian Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global
Jakarta, Indonesia jurnalis – Kapolri Listyo Sigit Prabowo memaparkan berbagai langkah dan harapan yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk menjaga stabilitas perdamaian dan perekonomian nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia.
Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam sambutannya pada acara Silaturahmi Ramadan bersama Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) Jawa Barat yang digelar di PT NOK, Jumat (6/3) sore.
Dalam kesempatan itu, Sigit menjelaskan bahwa situasi global saat ini tengah diliputi ketidakpastian akibat meningkatnya eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Meski demikian, menurutnya Indonesia tidak tinggal diam menghadapi dinamika tersebut.
Ia menegaskan bahwa pemerintah terus menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif sebagai negara nonblok dengan mengedepankan diplomasi untuk menciptakan perdamaian dunia.
“Tentunya saya sampaikan kepada rekan-rekan semua bagaimana pemerintah terus berusaha untuk bekerja keras sebagai negara non-blok untuk melaksanakan politik bebas dan aktif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Indonesia juga berupaya mengambil peran dalam mendorong penyelesaian konflik antara Israel dan Palestina melalui gagasan two-state solution atau solusi dua negara.
“Kemudian Indonesia ingin berperan aktif untuk ikut mendamaikan Palestina dan Israel dengan usulan two-state solution,” imbuh Kapolri.
Selain fokus pada upaya diplomasi, pemerintah juga mengambil langkah strategis di bidang ekonomi. Salah satunya dengan melakukan negosiasi terhadap tarif perdagangan yang dikenakan oleh Amerika Serikat kepada Indonesia.
Menurut Sigit, hasil negosiasi tersebut berhasil menurunkan tarif dari sebelumnya 32 persen menjadi 19 persen.




