“Kita berharap bahwa pada tahun 2025 ini BNPT dan FKPT itu tetap bisa berkolaborasi, dengan memanfaatkan momen itu untuk mampu bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Apalagi di tahun 2025 ini, kondisi negara kita dalam hal ini mungkin ada Efisiensi Anggaran, tapi itu tidak membuat kita untuk berhenti bekerja. Terus bersinergi dan berkreativitas. Jadi FKPT itu tetap akan bersinergi, berkarya, bekerja tanpa harus membatasi diri dengan keterbatasan,” urainya disela-sela Rakernas.
Ia juga menekankan pentingnya peran FKPT dalam menyosialisasikan dan mengedukasi pemahaman terkait radikalisme dan terorisme kepada masyarakat. Menurutnya, Sulawesi Barat sebelumnya telah mendapatkan predikat zona hijau harmoni Award dan dinilai mampu membangun integrasi dan kerukunan antarumat beragama di tahun 2019 dan di tahun 2024 sebagai wilayah yang mampu menjaga kerukunan kategori memperkokoh kerukunan umat beragama dari kemenag RI ” tutur Sahlan penuh hikmah.
Ia berharap kehadiran FKPT Sulbar yang sudah eksis sejak awal terbentuknya FKPT di daerah dapat terus menekan pemahaman radikalisme dan terorisme di wilayahnya. Dan In sya Allah kami bisa mewujudkan harapan, visi dan misi dari bapak Gubernur dan wakil Gubernur Sulbar yaitu membangun Sulbar Maju dan Sejahtera. ” terang tokoh muda Nahdiyin sulbar ini.
Terakhir, ia menegaskan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, BNPT pusat dan pemerintah daerah ( Instansi terkait ) untuk bersama-sama membangun pemahaman di tengah masyarakat.
“Kami berharap bahwa dukungan dari BNPT pusat dan nantinya dari pemerintah daerah insya allah akan mampu berkolaborasi membangun satu pemahaman di dalam masyarakat kita, bahwa paham radikalisme dan terorisme itu merupakan musuh kita bersama,” Tutup H. M. Sahlan sambil kembali keruangan Rakernas.**
(Report Ls)




