“Semangat 3T ini perlu diteruskan dan dikembangkan oleh Hima Persis Jakarta Pusat. Jadikan Tradisi Kepemimpinan Unggul, Tradisi Keilmuan dan Keulamaan Unggul, serta Tradisi Sosial Kemasyarakatan sebagai program strategis,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Achmad Fadhilah juga menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Tuan Muda Harir Ali Sya’ban yang dinilai telah berjuang mempertahankan eksistensi dan bendera perjuangan Hima Persis di Jakarta Pusat.
Menurutnya, mempertahankan eksistensi organisasi di tengah berbagai dinamika bukanlah pekerjaan sederhana. Karena itu, keberlanjutan Hima Persis Jakarta Pusat harus menjadi tanggung jawab bersama dengan tetap menjaga identitas, nilai, dan arah perjuangan organisasi.
Ia juga berpesan agar kader Hima Persis Jakarta Pusat tidak salah dalam memilih teladan. Pesan tersebut ia sampaikan melalui ungkapan “JAS Pita” sebagai pengingat agar kader memiliki keteladanan yang tepat dalam menjalankan perjuangan organisasi.
“Jangan salah memilih teladan. Karena arah perjalanan kader sangat ditentukan oleh siapa yang dijadikan panutan,” pesannya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan gerakan dan kaderisasi Hima Persis Jakarta Pusat, Ustadz Achmad Fadhilah turut memberikan dana pembinaan sebagai modal awal perjuangan dan jihad kader di Jamiyyah.
Dukungan tersebut menjadi bentuk perhatian PD Persis Jakarta Pusat terhadap keberadaan dan keberlanjutan Hima Persis sebagai organisasi kader mahasiswa Persatuan Islam.
Dengan dukungan tersebut, Hima Persis Jakarta Pusat diharapkan mampu memperkuat eksistensinya sekaligus mengembangkan gerakan yang lebih terarah, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi Jamiyyah dan masyarakat.
Program 3T pada akhirnya diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi kultur gerakan Hima Persis Jakarta Pusat: melahirkan pemimpin yang unggul, membangun tradisi keilmuan dan keulamaan yang kuat, serta menghadirkan kader yang aktif mengabdi dan memberikan manfaat bagi kehidupan sosial kemasyarakatan.
Dengan demikian, Hima Persis Jakarta Pusat dapat terus menjadi ruang pembentukan kader yang memiliki kapasitas intelektual, integritas kepemimpinan, dan kepedulian sosial, sekaligus meneruskan bendera perjuangan Persatuan Islam di tengah dinamika masyarakat Jakarta.




