Selain itu, Sekda menekankan bahwa motivasi utama ASN dalam bekerja bukanlah semata-mata materi. “Kalau jabatan sudah kita raih, uang akan mengikuti. Utamakan kualitas kerja, pengalaman, dan hubungan baik dengan banyak orang,” pesannya.
Kepala BPSDM Sumut, Dr. Agustinus Panjaitan, melaporkan, pelatihan kepemimpinan ini diikuti 173 peserta yang berasal dari perangkat daerah Provinsi Sumut, kabupaten/kota, hingga instansi vertikal pusat seperti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
Pelatihan berlangsung sejak 28 Juli hingga 3 Desember 2025 dengan pola blended learning mencakup pembelajaran mandiri, e-learning, off campus, dan klasikal. Peserta akan dinilai melalui evaluasi akademik, studi lapangan, aksi perubahan, serta penilaian sikap dan perilaku.
Sebagai bentuk dukungan terhadap ASN berintegritas, BPSDM Sumut juga menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut untuk melaksanakan tes urine bagi seluruh peserta diklat. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif dari kontaminasi narkotika maupun obat-obatan terlarang.
“Kami tidak hanya sedang mempersiapkan aparatur sipil yang profesional, inovatif, dan adaptif tetapi juga harus insan mandiri yang bersih dari narkoba,” imbuh Agustinus.
Pelatihan ini menghadirkan pengajar dari Widyaiswara BPSDM, Lembaga Administrasi Negara, akademisi, hingga pejabat pemerintah daerah. Melalui skema pembiayaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin ASN yang adaptif, inovatif, dan berintegritas.




