Selain itu, Wapres juga diajak mengunjungi Pohon Cinta, salah satu titik wisata ikonik yang menjadi bagian dari paket wisata edukatif bagi para pengunjung.
Sebagai informasi, Desa Sade telah dikenal sebagai desa wisata sejak 1982, dan diakui secara resmi oleh Kementerian Pariwisata pada tahun 1993. Berdasarkan penuturan Talib, jumlah wisatawan meningkat pesat saat musim liburan, dengan didominasi oleh turis mancanegara asal Spanyol, Italia, Belanda, dan Prancis.
Selain menikmati keunikan arsitektur dan suasana desa, Wapres juga menyempatkan diri menyapa para perajin tenun yang sedang memintal benang kapas menjadi kain-kain tradisional khas, seperti songke, ragi genap, dan tampu kemalu. Karya-karya ini menjadi andalan masyarakat Sade dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Sebagaimana yang dirasakan oleh Philippe dan Elisabeth Tretiack, wisatawan asal Prancis yang sangat senang berkunjung ke Desa Sade, apalagi dapat berjumpa dan berswafoto dengan Wapres Gibran.
Kunjungan ini tidak hanya menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian budaya daerah, tetapi juga memperkuat semangat masyarakat lokal dalam menjaga jati diri budaya serta mengembangkan potensi ekonomi melalui sektor pariwisata berbasis tradisi.**
Lombok Tengah, 2 Agustus 2025, Biro Pers, Media, dan Informasi, Sekretariat Wakil Presiden




