“Untuk sementara ini kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, baik perorangan maupun organisasi, karena proses penyelidikan belum selesai. Kita belum dapat mengambil kesimpulan apa-apa,” kata Yusril.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan seluruh informasi yang beredar di media sosial sebagai dasar untuk menentukan pihak yang dianggap bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Yusril bahkan mengungkapkan adanya unggahan di media sosial yang menggunakan foto dirinya disertai tulisan yang menurutnya bukan dibuat olehnya.
Karena itu, ia meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan proses penyelidikan dan penyidikan secara profesional.
Jika nantinya ditemukan bukti permulaan yang cukup, kata Yusril, aparat penegak hukum dapat menentukan pihak yang bertanggung jawab secara hukum.
“Kalau ada bukti permulaan yang cukup, silakan ditetapkan siapa yang menjadi tersangka dalam kasus atau insiden yang menewaskan seseorang dan melukai seorang pelajar,” ujarnya.
Yusril Tolak Kekerasan Organisasi Kemasyarakatan
Yusril juga menegaskan pentingnya setiap organisasi kemasyarakatan menjalankan aktivitas berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan maupun organisasi kepemudaan harus menghormati kemajemukan dan mengedepankan cara-cara damai dalam menjalankan setiap kegiatan.
“Saya tidak setuju dengan cara-cara kekerasan. Kita tidak boleh melakukan perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai sosial, etika, keagamaan, dan hukum yang berlaku,” katanya.
Ia menilai organisasi kepemudaan seharusnya menjadi wadah untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air, menghargai keberagaman, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Yusril berharap seluruh organisasi yang berada di tengah masyarakat dapat menjalankan aktivitas secara tertib, menjaga kerukunan, serta menghormati peraturan perundang-undangan.
“Yang paling baik adalah membangun organisasi kepemudaan yang betul-betul mencintai Tanah Air, menghargai kemajemukan, dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan,” tutup Yusril Ihza Mahendra.*
(Redaksi)




