Di tengah suasana duka itu, AJB memilih kawasan Pantai Ancol sebagai tempat untuk menyampaikan pesan solidaritas dan penghormatan. Bunga-bunga dibiarkan hanyut mengikuti arus laut, sementara doa dan harapan terus dipanjatkan.
Prosesi tersebut juga mendapat dukungan dari PT Pembangunan Jaya Ancol dalam pelaksanaan kegiatan penghormatan di kawasan pantai.
Bagi keluarga yang masih menunggu, kabar sekecil apa pun tetap memiliki arti. Karena itu, tabur bunga yang dilakukan AJB bukan sekadar seremoni setelah operasi SAR berakhir, melainkan penanda bahwa kepedulian dan harapan terhadap delapan awak Arupadhatu I masih tetap ada.
Laut mungkin masih menyimpan jawabannya. Namun, nama dan perjuangan delapan awak Arupadhatu I tidak boleh ikut hilang bersama gelombang.*
(DPP AJB)




