MAI Dorong Penguatan Tata Ruang dan Sinkronisasi Data untuk Akselerasi Akuakultur Nasional
JAKARTA, Indonesia jurnalis – Komisi IV DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari dan dihadiri antara lain oleh anggota Komisi IV DPR RI, yakni Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, Ir. H. Herry Dermawan, Dr. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, drh. Slamet, Bambang Purwanto, dan Jaelani, serta jajaran pengurus dan tim ahli MAI.
Dalam forum tersebut, MAI menegaskan pentingnya penguatan tata ruang dan sinkronisasi data nasional sebagai langkah mendesak untuk mempercepat pengembangan sektor akuakultur di Indonesia.
“Tanpa kepastian tata ruang dan data yang terintegrasi, pengembangan akuakultur tidak akan berjalan optimal dan berpotensi menghambat daya saing Indonesia di pasar global,” ujar Sekretaris Jenderal MAI, Dr. Romi Novriadi.
MAI juga menyoroti bahwa sektor akuakultur memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar ekonomi biru nasional, dengan kontribusi penting terhadap ketahanan pangan, peningkatan ekspor, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dalam paparannya, MAI menyampaikan sejumlah isu prioritas yang dinilai mendesak untuk segera ditangani. Isu tersebut meliputi penguatan komoditas unggulan seperti udang, lobster, rumput laut, kepiting, pengembangan sistem silvofishery yang mengintegrasikan budidaya dengan pelestarian mangrove, serta revitalisasi kawasan tambak di Pantai Utara Jawa (Pantura) yang perlu dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis kondisi lokal.
Selain itu, MAI juga menyoroti persoalan data yang selama ini dinilai belum sinkron dan kerap menjadi hambatan dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.




