Sementara itu, Ketua Umum DPP IKA UII, Ari Yusuf Amir, dalam sambutannya menegaskan bahwa halal bihalal bukan hanya tradisi tahunan, tetapi memiliki makna yang lebih dalam sebagai proses memperkuat nilai kebersamaan dan pengabdian.
“Halal bihalal sejatinya bukan sekadar tradisi, melainkan peristiwa batin yang mengajarkan kerendahan hati, keberanian untuk saling memaafkan, serta kesadaran bahwa kekuatan terbesar ada pada keterbukaan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi IKA UII menjadi organisasi yang tidak hanya bernostalgia, tetapi juga berperan aktif sebagai kekuatan sosial yang berdampak nyata.
Selama satu tahun terakhir, lanjut Ari, IKA UII telah menunjukkan kontribusi konkret, di antaranya melalui pemberian ratusan beasiswa mulai dari jenjang S1, S2, hingga S3, bahkan untuk siswa tingkat SMA. Selain itu, berbagai program seperti seminar berbasis profesi, pembentukan koperasi alumni, serta kerja sama strategis dengan berbagai pihak juga terus dikembangkan.
“Langkah-langkah ini mungkin terlihat kecil, tetapi memiliki energi besar untuk menjadikan IKA UII sebagai kekuatan sosial yang memberi manfaat nyata bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.*
Selain mantan Kapolri Sutarman turut hadir pada kesempatan itu, Ketua Umum DPP IKA UII Dr. Ari Yusuf Amir, Sekretaris Jenderal Dr. H. Abdurrahman Shaleh, Ketua Dewan Pakar Prof. Dr. Suparman, Ketua Dewan Penasihat Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, Ketua Dewan Pembina Prof. Dr. H. Muhammad Syarifuddin serta Rektor Universitas Islam Indonesia Prof. Fathul Wahid.*
(Report ls)




