“Mas Wapres juga mengapresiasi bahwa kita mempersiapkan dan Mas Wapres lihat sendiri bagaimana banyaknya lampion yang kita siapkan, Kemudian cagar budayanya,” imbuh Mulyadi.
Sebagai salah satu ikon wisata religi dan budaya di Kota Semarang, Klenteng Sam Poo Kong tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga representasi akulturasi budaya Tionghoa dan Nusantara yang telah mengakar kuat dalam sejarah Indonesia.
Mulyadi pun menyampaikan harapan agar momentum ini turut mendorong pemulihan sektor pariwisata yang sempat terdampak dalam beberapa waktu terakhir.
Kunjungan ini mencerminkan dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya sebagai ruang perjumpaan lintas identitas sekaligus penguatan sektor pariwisata berbasis budaya di berbagai daerah.*
(Redaksi)




