Terkait persoalan penumpukan sampah yang sempat terjadi di sejumlah wilayah seperti Tanjung Priok dan Pasar Induk Kramat Jati, Pramono menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu gangguan teknis di TPST Bantargebang.
“Dampak dari kurang lebih 10-12 hari, Bantargebang zona 4A tidak bisa digunakan, memang menyebabkan dampak kemudian ada penimbunan di berbagai tempat sampah-sampah,” jelasnya.
Namun, ia memastikan kondisi kini mulai berangsur normal setelah akses pembuangan kembali dibuka.
“Tapi dari 3-4 hari ini, termasuk tadi malam, termasuk di Kramat Jati yang menumpuk cukup besar, sekarang ini sudah mulai diangkutin kembali ke Bantargebang,” ujarnya.
Sementara itu, terkait operasional fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Pramono menegaskan bahwa saat ini sudah mulai berjalan. Fasilitas tersebut tengah memasuki tahap commissioning dengan kapasitas pengolahan sekitar 700 ton sampah per hari.*
(Red/NK)




