Polda Lampung Patroli di Anak Gunung Krakatau, Nelayan dan Wisatawan Diingatkan Radius 3 Km

Polda Lampung Patroli di Anak Gunung Krakatau, Nelayan dan Wisatawan Diingatkan Radius 3 Km
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun
Polda Lampung Patroli di Anak Gunung Krakatau, Nelayan dan Wisatawan Diingatkan Radius 3 Km

LAMPUNG, Indonesia jurnalis – Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III (Siaga) membuat aparat kepolisian bersama instansi terkait memperketat pengawasan di kawasan perairan gugus Pulau Anak Krakatau.

Patroli gabungan melibatkan BKSDA, Satpolair Polres Lampung Selatan, Sie Humas, Sie Dokkes Polres Lampung Selatan, serta Ditpolair Polda Lampung. Kegiatan tersebut berlangsung sejak Sabtu (29/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026).

Patroli difokuskan untuk memastikan tidak ada masyarakat, nelayan maupun wisatawan yang mendekati kawasan gunung api aktif dalam radius 3 kilometer.

Saat melakukan patroli laut pada Minggu pagi, petugas menemukan sejumlah nelayan yang sedang menangkap ikan menggunakan jaring di wilayah yang masuk radius larangan.

Petugas langsung menghampiri dan memberikan teguran serta imbauan agar nelayan tersebut segera menjauh dari kawasan Anak Krakatau. Personel Dokkes juga membagikan masker sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan, patroli dilakukan bukan hanya untuk melakukan pengawasan, tetapi juga memastikan masyarakat memahami risiko berada terlalu dekat dengan gunung api aktif.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengingatkan nelayan maupun wisatawan agar tidak memaksakan diri mendekati Anak Krakatau dan mematuhi radius aman yang telah ditetapkan,” kata Yuni, Sabtu (5/9/2026).

Pengawasan kembali dilakukan saat petugas melihat sebuah kapal putih jenis speed fiber mendekati kawasan Anak Krakatau pada sekitar pukul 10.30 WIB.

Petugas kemudian bergerak mendekati kapal tersebut. Namun, kapal itu langsung berbalik arah dan meninggalkan kawasan menuju perairan Banten.

Yuni menegaskan, personel di lapangan akan terus melakukan patroli untuk mencegah masyarakat maupun wisatawan memasuki zona berbahaya.

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *