“Dengan latihan intensif, diharapkan personel kita dapat bertindak profesional, proporsional, dan efektif dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat agar tidak menjurus ke tindakan yang anarkis,” lanjutnya.
Ia menambahkan, pendekatan humanis tetap menjadi prinsip utama. Personel dilatih untuk mampu membedakan pendekatan sesuai situasi, termasuk menjalin komunikasi efektif dengan koordinator aksi agar kondisi tetap terkendali.
Kompol Tarpi menegaskan, latihan Dalmas akan terus dilakukan secara berkala. Tujuannya jelas: memastikan setiap personel selalu siap menjalankan tugas kapan pun dibutuhkan.
“Dengan latihan rutin seperti ini, kami harapkan respons anggota di lapangan akan semakin sigap, namun tetap mengedepankan sikap santun dan profesional,” pungkasnya.***




