NEWS  

Proyek P3-TGA di Kampung Bulak Sabung Disorot, LSM GRAM Soroti Dugaan Spesifikasi dan K3

Proyek P3-TGA di Kampung Bulak Sabung Disorot, LSM GRAM Soroti Dugaan Spesifikasi dan K3
Proyek P3-TGA di Kampung Bulak Sabung Disorot, LSM GRAM Soroti Dugaan Spesifikasi dan K3
Proyek P3-TGA di Kampung Bulak Sabung Disorot, LSM GRAM Soroti Dugaan Spesifikasi dan K3

TANGERANG, Indonesia jurnalis – Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air (P3-TGA) yang berlokasi di Kampung Bulak Sabung, Desa Rawa Boni, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan masyarakat dan Ketua LSM GRAM AKAT.

Proyek yang disebut didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis. Selain itu, pelaksanaan proyek juga disorot karena diduga mengabaikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Pantauan awak media di lokasi pada Selasa (6/10/2026) menemukan sejumlah kondisi yang menjadi perhatian. Salah satunya, tidak terlihat adanya papan informasi publik proyek di sekitar lokasi pekerjaan.

Selain itu, terdapat dugaan penggunaan material yang belum memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Pemasangan batu pada saluran irigasi juga disebut dilakukan tanpa terlebih dahulu mengeringkan aliran air.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas konstruksi, terutama terhadap kekuatan dan daya tahan saluran irigasi dalam jangka panjang.

Proses pencampuran material di lokasi juga masih dilakukan secara manual tanpa menggunakan mesin molen. Kondisi ini menjadi perhatian karena kualitas campuran material sangat berpengaruh terhadap hasil akhir pekerjaan apabila tidak dilakukan sesuai standar teknis.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku khawatir terhadap kualitas pembangunan saluran irigasi tersebut.

 “Kami melihat langsung di lapangan. Kalau begini caranya, kami khawatir saluran irigasi ini tidak awet dan cepat rusak,” ujarnya, Selasa (6/10/2026).

Menurut warga, keberadaan saluran irigasi tersebut sangat penting untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian masyarakat. Karena itu, mereka berharap pekerjaan dilaksanakan dengan mengutamakan kualitas agar manfaat pembangunan dapat dirasakan para petani dalam jangka panjang.

Baca Juga  Dari Sekolah ke Industri Daur Ulang: Revibes Kelola Botol Plastik dari Collection Point Digital

K3 Pekerja Juga Disorot

Selain kualitas konstruksi, penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga menjadi perhatian.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti helm proyek, rompi keselamatan maupun sepatu kerja.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja, mengingat pekerjaan konstruksi memiliki berbagai potensi bahaya bagi para pekerja.

“Di lapangan tidak terlihat ada pekerja yang menggunakan perlengkapan keselamatan kerja. Padahal penerapan K3 merupakan bagian penting dalam setiap pekerjaan konstruksi,” ungkap salah seorang warga.

LSM GRAM Minta Pengawasan Diperketat

Ketua LSM GRAM AKAT turut menyoroti pelaksanaan proyek tersebut dan meminta pihak terkait melakukan pengawasan secara serius. Sorotan tersebut terutama berkaitan dengan dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan, transparansi informasi proyek, serta penerapan standar keselamatan kerja.

Menurutnya, proyek yang menggunakan anggaran negara harus dilaksanakan secara transparan, sesuai ketentuan teknis, serta mengutamakan keselamatan para pekerja.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan, material yang digunakan, tidak terlihatnya papan informasi publik, maupun penerapan standar K3 di lokasi proyek.

Masyarakat berharap pemerintah dan instansi berwenang segera melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

Pengawasan dinilai penting agar pembangunan yang bertujuan mendukung sektor pertanian itu benar-benar dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, memiliki kualitas yang baik, transparan dalam penggunaan anggaran, serta menjamin keselamatan para pekerja dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

(Dirman)

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *