Menurutnya, dalam situasi konflik, masyarakat kerap mencari legitimasi agama untuk membenarkan tindakan kekerasan. Hal itu, kata dia, merupakan fakta lapangan yang direkam oleh JK dalam ceramahnya.
“Yang beliau lihat adalah kondisi praktis ketika penyelesaian konflik terjadi bahwa orang mencari legitimasi-legitimasi agama untuk terus berperang,” jelasnya
Royhan berharap polemik ini tidak berkembang menjadi konflik baru yang dapat mengganggu stabilitas sosial, khususnya di Banten dan seluruh Indonesia terlebih yang pernah mengalami konflik berkepanjangan.
“Saya kira Pak JK sampai pada taraf semacam itu tidak bermaksud melecehkan satu agama ya, hanya beliau melihat fakta sosiologis-historis bahwa orang mencari legitimasi agama untuk terus berperang,” pungkasnya




