Redenominasi dan Harga Diri Bangsa Menurut Prof. Nairobi, Dekan FEB Unila

IMG 20251116 WA0001

Menurut Prof. Nairobi, redenominasi bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga kesiapan mental masyarakat. Terlebih di era digital saat ini, kebiasaan masyarakat sangat beragam—dari warga kota yang terbiasa dengan transaksi digital hingga masyarakat daerah terpencil yang masih mengandalkan uang tunai.
Proses sosialisasi idealnya memakan waktu 5–7 tahun agar masyarakat benar-benar memahami perubahan ini, termasuk dampaknya terhadap nilai tukar dan harga barang.
Beberapa hal yang harus dipersiapkan meliputi: Sistem perbankan, terutama bagi daerah terpencil, penyesuaian bagi usaha mikro dan kecil, protokol khusus bagi lansia dan penyandang disabilitas, serta adanya sistem pengaduan yang cepat dan responsif

Bagaimana dampak redenominasi ke berbagai sektor, menurut Prof Nairobi di dunia bisnis, redenominasi akan menyentuh banyak aspek: mulai dari akuntansi, mesin kasir, label harga, hingga revisi kontrak yang sudah berjalan. Namun dibalik kerumitan itu, manfaat jangka panjangnya cukup besar. Angka transaksi menjadi lebih sederhana dan mudah dibaca, sehingga meningkatkan efisiensi serta memudahkan pelaku usaha internasional memahami kondisi ekonomi Indonesia. Hal ini berpotensi meningkatkan daya tarik investasi asing.
Jika diterapkan, Menurut Dekan FEB ini, tahapan awal redenominasi dimulai dari sosialisasi intensif, disusul masa transisi ketika uang lama dan baru digunakan bersamaan, hingga akhirnya penerapan penuh. Seluruh proses ini bisa memakan waktu 10–15 tahun. Prof. Nairobi mengibaratkan redenominasi sebagai renovasi besar pada bangunan ekonomi nasional, membutuhkan perencanaan matang, dukungan penuh, serta kesiapan masyarakat dalam beradaptasi.
“Yang paling menentukan bukan kebijakannya, tapi bagaimana eksekusinya. Jika berjalan mulus, akan meningkatkan kredibilitas Rupiah di mata dunia. Jika tidak, justru dapat memicu instabilitas,” tegasnya.
Tujuannya pokok redenominasi bukan membuat uang “menjadi kecil”, tetapi membuat sistem transaksi, pencatatan, dan ekonomi nasional lebih efisien serta mudah dipahami, baik oleh masyarakat dalam negeri maupun pelaku usaha global. Dengan persiapan matang dan sosialisasi yang tepat, redenominasi dapat menjadi simbol kerapihan ekonomi sekaligus penguatan harga diri bangsa.

Baca Juga  AFTECH Dorong Harmonisasi Regulasi Aset Keuangan Digital

Report Wilkapri

Team Redaksi
Author: Team Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *