“Prestasi ini membuktikan bahwa sekolah yang terjangkau bisa mencetak hasil yang eksklusif di kancah internasional,” tambahnya.
Dari Kampung ke Dunia
Mengusung slogan “Dari Kampung ke Dunia”, IIBSA berhasil membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih prestasi global. Para santri dari Pare, Kediri, mampu menembus kompetisi internasional dan bersaing dengan peserta dari berbagai negara.
Menurut Fikri, keberhasilan ini merupakan hasil dari sistem pendidikan yang dikelola secara serius dan penuh dedikasi.
“Pendidikan yang tepat dan dikelola dengan sungguh-sungguh mampu menjadikan anak-anak dari pelosok daerah sekalipun mengharumkan nama bangsa,” jelasnya.
Memantik Semangat Inovasi Santri Indonesia
Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi santri di seluruh Indonesia untuk terus mengembangkan potensi diri, khususnya di bidang teknologi dan inovasi.
Prestasi di Singapura tersebut sekaligus menegaskan bahwa perpaduan antara karakter pesantren dan penguasaan teknologi mampu melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global.
Dari Pare, Kediri, para santri IIBSA telah menunjukkan bahwa masa depan inovasi tidak hanya lahir dari kota besar, tetapi juga dari daerah, bahkan dari lingkungan pesantren.*
(Gum/red)




