Seminar Internasional Manuskrip Al Qur’an,160 professor dan Doktor Membedah Manuskrip Mushaf Mashhad Razavi

Seminar Internasional Manuskrip Al Qur'an,160 professor dan Doktor Membedah Manuskrip Mushaf Mashhad Razavi
Seminar Internasional Manuskrip Al Qur'an,160 professor dan Doktor Membedah Manuskrip Mushaf Mashhad Razavi

Di antara keistimewaan mushaf ini adalah struktur teks aslinya berbeda dari naskah-naskah Al-Qur’an lain yang berasal dari abad pertama Hijriah sesuai dengan riwayat resmi Utsmani. Sedangkan susunan surahnya sesuai dengan susunan yang dinisbatkan kepada sahabat Abdullah bin Mas’ud.

Untuk memudahkan perujukan kepada lembaran mushaf ini, digunakan satu sistem penomoran yang baku: lembaran naskah nomor 18 ditandai dengan huruf (A) dan naskah nomor 4116 dengan huruf (B). Misalnya, (A12a) berarti halaman muka lembar ke-12 dari naskah nomor 18, dan (B12b) berarti halaman belakang lembar ke-12 dari naskah nomor 4116.

Mushaf ini memiliki format vertikal dengan ukuran yang relatif besar. Berdasarkan pengukuran yang saya lakukan sendiri, dimensi lembaran naskah nomor 18 adalah 46×34,5 cm, sedangkan naskah nomor 4116 sekitar 40×30 cm. Dimensi lembaran ini telah mengalami perubahan akibat kerusakan yang menimpa kedua naskah selama berabad-abad sehingga ukurannya bervariasi antara 40×29 cm hingga 39×27 cm. Setiap halaman memuat sekitar 22 atau 23 baris, namun kadang berkurang menjadi dua puluh baris atau bertambah hingga dua puluh lima baris.

Untuk penjelasan lebih lanjut lihat: Ibnu al-Jauzi, al-Muntazham fi Tarikh al-Muluk wa al-Umam, 15/59; dan as-Subki, Thabaqat asy-Syafi’iyyah al-Kubra, 4/65.

Apa itu Mushaf Mashhad Razavi.

Mushaf Mashhad Razavi adalah salah satu dokumen Al-Qur’an terpenting yang tersisa dari abad pertama Hijriah. Sebagian besar lembarannya saya temukan di Perpustakaan al-Atabah ar-Razaviyyah, terbagi pada dua naskah bernomor 18 dan 4116. Naskah pertama terdiri atas 123 lembar dan naskah kedua 129 lembar sehingga keseluruhannya mewakili lebih dari 95 persen teks Al-Qur’an. Inilah Al-Qur’an terlengkap yang sampai kepada kita dengan khat Hijazi dari abad pertama Hijriah, dan jarang sekali dijumpai mushaf Hijazi kuno yang menghimpun seluruh karakteristik yang ada padanya.

Baca Juga  Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Sampaikan Pesan Berbahasa Jawa kepada Prabowo soal Kabut Asap Karhutla

Di antara keistimewaan mushaf ini adalah struktur teks aslinya berbeda dari naskah-naskah Al-Qur’an lain yang berasal dari abad pertama Hijriah sesuai dengan riwayat resmi Utsmani. Sedangkan susunan surahnya sesuai dengan susunan yang dinisbatkan kepada sahabat Abdullah bin Mas’ud.

Untuk memudahkan perujukan kepada lembaran mushaf ini, digunakan satu sistem penomoran yang baku: lembaran naskah nomor 18 ditandai dengan huruf (A) dan naskah nomor 4116 dengan huruf (B). Misalnya, (A12a) berarti halaman muka lembar ke-12 dari naskah nomor 18, dan (B12b) berarti halaman belakang lembar ke-12 dari naskah nomor 4116.

Mushaf ini memiliki format vertikal dengan ukuran yang relatif besar. Berdasarkan pengukuran yang saya lakukan sendiri, dimensi lembaran naskah nomor 18 adalah 46×34,5 cm, sedangkan naskah nomor 4116 sekitar 40×30 cm. Dimensi lembaran ini telah mengalami perubahan akibat kerusakan yang menimpa kedua naskah selama berabad-abad sehingga ukurannya bervariasi antara 40×29 cm hingga 39×27 cm. Setiap halaman memuat sekitar 22 atau 23 baris, namun kadang berkurang menjadi dua puluh baris atau bertambah hingga dua puluh lima baris.

Untuk penjelasan lebih lanjut lihat: Ibnu al-Jauzi, al-Muntazham fi Tarikh al-Muluk wa al-Umam, 15/59; dan as-Subki, Thabaqat asy-Syafi’iyyah al-Kubra, 4/65.*

(Report lucky Poni)

(Editor NK)

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *