“Ketika kita mampu menjaga kehormatan, merenungi fenomena alam, dan senantiasa mengingat Allah, maka di situlah tercipta suasana jiwa dan hati yang bersih,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Najamudin dalam kesempatan yang sama menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat. Ia mengakui bahwa AI mampu menjawab berbagai pertanyaan dengan cepat, bahkan melampaui kecerdasan manusia dalam banyak hal.
“Sekarang ini AI sangat cerdas. Apa pun yang kita tanyakan tidak perlu menunggu lama, langsung dijawab. Bahkan bisa melebihi kecerdasan manusia,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa teknologi tetap memiliki keterbatasan, terutama dalam hal perasaan dan nilai kemanusiaan.
“Tapi ada satu yang tidak bisa dimiliki AI, yaitu hati. Karena itu mari kitagunakan hati,” ucapnya.*
(Ls)




