Sebagai solusi, pihaknya mengusulkan perpanjangan dermaga dan penambahan fasilitas pendukung.
Lebih jauh, Ewanggen menekankan peran strategis Pelabuhan Nabire dalam melayani kebutuhan logistik wilayah sekitar.
“Mengingat juga pelabuhan kita ini yang utama yang melayani delapan kabupaten di belakang kita. Fokusnya kita, mungkin 80 persen kebutuhan masyarakat akan bermuara di pelabuhan kita ini,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres mengarahkan pemerintah daerah di Papua Tengah untuk menyusun perencanaan pembangunan yang terarah dan berkelanjutan, dengan memanfaatkan keberadaan Pelabuhan Nabire sebagai simpul utama pertumbuhan ekonomi.
Perencanaan tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan pengembangan sektor logistik, perdagangan, dan konektivitas antarwilayah, sehingga manfaat pembangunan pelabuhan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat luas serta mendorong kemajuan daerah secara menyeluruh.
Turut hadir dalam peninjauan ini antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Kepala Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Papua Tengah Petrus Waine, Bupati Nabire Mesak Magai, serta Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.*
(Red/Biro Pers Wapres)




