Berkat laporan dan pendampingan Arifin serta rekannya Ade, pada Jumat (27/9/2024), pihak kepolisian Jeddah berhasil menangkap dua pelaku yang merupakan warga asing. Kedua pelaku, seorang pria dan wanita berkulit hitam, diduga berasal dari Hadramaut, Yaman.
Arifin menambahkan bahwa sebagai kader Pemuda Pancasila di Jeddah, ia dan rekan-rekannya berkomitmen untuk membantu para Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara sukarela. “Kami melakukan ini dengan ikhlas tanpa pamrih, bahkan transportasi kami tanggung sendiri. Alhamdulillah, keluarga Nurlela sudah kami hubungi, dan kakaknya kini berada di sini menemani,” jelas Arifin.
Arifin juga meminta agar video yang sudah viral di media sosial segera dihapus, mengingat kasus ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Ia juga berterima kasih kepada awak media yang telah cepat merespon kasus ini, seraya menutup dengan janji untuk memberikan informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus.**
(Budi)
(Editor NK)




