TPS Jalan Sadewa Depok Dikeluhkan: Bau Menyengat, Belatung Berserakan, Jemaat Gereja Terpaksa Pakai Masker

TPS Jalan Sadewa Depok Dikeluhkan: Bau Menyengat, Belatung Berserakan, Jemaat Gereja Terpaksa Pakai Masker
Kondisi TPS Jalan Sadewa Depok Bau Menyengat, Belatung Berserakan, Jemaat Gereja yang melintas Terpaksa Pakai Masker

“Saya ketemu Romo dari Gereja Katolik. Dia bilang perutnya sudah mual karena bau yang sangat menyengat. Jemaat kalau kebaktian di hari Minggu harus pakai masker. Ini bukan soal bau saja, ini soal kesehatan dan dampaknya 5-10 tahun ke depan, paru-paru, pernapasan, apalagi untuk anak-anak. Air tanah pasti tercemar,” ungkap Binton.

Binton yang juga Penasehat Forum Komunikasi Umat Kristiani Kota Depok dan Majelis Pekerja Sinode HKBP itu menegaskan bahwa persoalan TPS tersebut bukan merupakan persoalan agama tertentu.

Menurutnya, warga yang terdampak bukan hanya umat Kristiani. Mayoritas masyarakat yang tinggal di sekitar TPS merupakan umat Muslim yang juga merasakan dampak bau dan pencemaran lingkungan.

Karena itu, Binton mendorong Pemerintah Kota Depok segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.

Untuk jangka pendek, ia meminta Pemkot Depok menambah armada pengangkutan sampah dari dua menjadi empat truk per hari. Dengan demikian, TPS diharapkan dapat dikosongkan setiap hari tanpa menyisakan tumpukan sampah.

Setelah sampah diangkut, area TPS juga diminta segera dibersihkan, disiram, dan disemprot menggunakan disinfektan.

Sementara untuk jangka panjang, Binton mendorong agar TPS tersebut segera direlokasi ke lokasi yang lebih layak.

Pemkot Depok diminta mencari lahan baru seluas sekitar 200 hingga 300 meter persegi di wilayah Sukmajaya, khususnya lokasi yang berada lebih jauh dari permukiman padat maupun rumah ibadah.

Sementara lahan TPS yang lama, menurutnya, dapat dikembalikan fungsinya sebagai taman atau fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) perumahan.

“Kecamatan Sukmajaya itu luas. Masa tidak ada lahan 200 meter untuk TPS yang layak? Di APBD Perubahan 2026 ini anggarannya sangat signifikan besar. Berapa sih harga lahan 300 meter? Tidak mahal untuk kesehatan warga,” katanya.

Baca Juga  FWJ Indonesia Apreasi Respon Cepat Sudin LH Jakarta Timur

Binton juga mengingatkan adanya janji Wali Kota Depok saat kampanye yang, menurutnya, disampaikan kepada warga terkait rencana pemindahan TPS tersebut.

“Sebagai Kota Depok yang majemuk, jangan sampai orang berpikir kalau gereja tidak dapat perhatian. Paradigma masyarakat Depok sudah berubah. Mari kita jaga kesehatan dengan menjaga kebersihan lingkungan. Sampah adalah persoalan paling pelik di Depok dan ini harus jadi prioritas,” pungkasnya

 

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *